Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Tahun ajaran baru adalah momen yang penuh harapan sekaligus penuh pertanyaan bagi orang tua. Sekolah mana yang tepat? Apakah tempat pengayaan ini benar-benar mendukung anak?
Apakah lingkungan yang dipilih akan membuat ia berkembang, atau justru sebaliknya? Pertanyaan-pertanyaan ini semakin kompleks seiring meningkatnya kesadaran tentang keberagaman profil belajar anak.
"Inklusi bukan sekadar kebijakan penerimaan. Inklusi adalah cara sebuah tempat merancang lingkungan, memilih pendekatan, dan melatih timnya, setiap hari, untuk setiap anak. Orang tua berhak tahu perbedaannya," ujar Psikolog dan Coach di Atelier of Minds, Irma Ivana Christiani, S.Psi
Irma menambahkan, berikut lima hal yang perlu dicermati orang tua saat mengevaluasi sekolah, pusat pengayaan, atau tempat pendampingan untuk anak
1. Siapa yang Merancang Programnya, dan Apakah Mereka Memahami Keberagaman Belajar?
Tempat yang benar-benar inklusif memiliki fondasi profesional yang kuat. Jangan lupa menanyakan apakah ada psikolog, terapis okupasi, atau ahli perkembangan anak yang terlibat aktif dalam merancang kurikulum dan pendekatan sehari-hari?
Baca juga : Menteri Jumhur: Bangun Budaya Lingkungan Perlu Pendekatan Psikologi Perilaku
Bukan hanya tercantum di brosur, tetapi benar-benar hadir dan berperan dalam keseharian program.
"Perspektif psikolog dalam perancangan program bukan hanya relevan untuk anak berkebutuhan khusus. Pemahaman tentang bagaimana anak belajar, memproses informasi, dan meregulasi diri justru membuat lingkungan belajar lebih kaya untuk semua anak," ujar Irma.
2. Waspadai Inklusi yang Hanya Ada di Atas Kertas
Perhatikan apakah anak-anak dengan berbagai profil belajar benar-benar berinteraksi dan belajar bersama dalam keseharian, bukan dipisahkan ke kelas atau sesi khusus yang terkesan sebagai solusi, padahal sesungguhnya adalah segregasi yang diperhalus.
Inklusi yang nyata terlihat dari bagaimana sebuah tempat menyesuaikan dukungan untuk setiap anak, bukan dari seberapa besar mereka mengiklankan diri sebagai inklusif.
3. Apakah Mereka Mengenal Anak Anda sebagai Individu?
Baca juga : Sekolah Rakyat Cirebon Gabungkan Budaya Lokal Dan Fasilitas Modern
Sekolah atau pusat pengayaan yang baik tidak memperlakukan semua anak dengan pendekatan yang seragam. Apakah ada proses untuk memahami profil unik anak Anda di awal?
Apakah kemajuan anak dipantau secara berkala? Apakah orang tua menerima laporan perkembangan yang bermakna, bukan sekadar nilai atau checklist?
Irma menambahkan, setiap anak membawa kekuatan dan tantangannya masing-masing. Tanpa pemahaman individual yang mendalam, program terbaik sekalipun hanya akan efektif bagi anak-anak yang sudah mudah beradaptasi.
Anak yang paling membutuhkan dukungan justru seringkali paling tidak terlihat dalam sistem yang tidak dirancang untuk mereka.
4. Perhatikan Bagaimana Mereka Berbicara
Tentang Anak yang 'Sulit' Cara sebuah tempat berbicara tentang anak, terutama anak yang menunjukkan perilaku menantang, adalah cermin paling jujur dari nilai-nilai mereka.
Baca juga : DJ Una, Luluh Dengan Lelaki Sayang Anak Dan Keluarga
5. Apakah Orang Tua Dilibatkan sebagai Mitra?
Tumbuh kembang anak tidak berhenti di pintu sekolah atau pusat pengayaan. Tempat yang baik akan berbagi insight perkembangan secara rutin, memberikan strategi konkret untuk diterapkan di rumah, dan memposisikan orang tua sebagai bagian dari tim pendukung anak, bukan sekadar pihak yang menyerahkan anak lalu menunggu hasil.
"Apapun yang dibangun di lingkungan belajar hanya akan berlipat ganda dampaknya jika ada kesinambungan di rumah. Orang tua adalah mitra kami yang paling penting, karena merekalah yang paling mengenal anak mereka," tutup Irma.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya