BREAKING NEWS
 

Jakarta Minim Hujan, Kenneth Kawal Operasi Modifikasi Cuaca

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : FAQIH MUBAROK
Sabtu, 26 September 2026 10:46 WIB
Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengawal langsung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (25/9/2026). Foto: DPRD DKI

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengawal langsung pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Pangkalan Udara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (25/9/2026).

Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan OMC berjalan optimal dalam membantu mengatasi kondisi kekeringan sekaligus mendukung upaya pengendalian polusi udara di wilayah DKI Jakarta dan Jabodetabek.

Hardiyanto Kenneth, yang akrab disapa Bang Kent, mengatakan pengawasan perlu dilakukan karena kegiatan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

"Sebagai Anggota Dewan, tentunya saya wajib mengawal kegiatan ini karena OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) ini menggunakan dana APBD DKI Jakarta yang di himpun dari skema uang rakyat. Kita harus kawal dan pastikan pelaksanaannya berjalan sebaik-baiknya,” ujar Kent dalam keterangannya, dikutip Sabtu (26/9/2026).

Baca juga : Operasional LRT Hingga Pukul 24.00 & Headway Dipangkas

Jika sebelumnya menggunakan NaCl dalam bentuk cair atau liquid, kali ini petugas menggunakan NaCl berbentuk bubuk atau powder dengan jumlah mencapai 1.000 kilogram atau 1 ton.

"Jika sebelumnya menggunakan NaCl liquid, hari ini yang dibawa adalah NaCl powder sebanyak 1.000 kilogram atau 1 ton. Harapan kami hasilnya bisa maksimal sehingga curah hujan yang turun cukup banyak untuk menekan kekeringan sekaligus polusi udara di DKI Jakarta," jelasnya.

Kenneth mengatakan, operasi modifikasi cuaca di wilayah langit Jabodetabek telah berlangsung sejak 18 September 2026. Penyemaian pada Jumat, 25 September, menjadi pelaksanaan terakhir dalam rangkaian OMC tersebut.

Adsense

Penghentian operasi pada periode tersebut berkaitan dengan prediksi kondisi pertumbuhan awan yang mulai menipis memasuki akhir pekan.

Baca juga : SIM Keliling Jakarta Sabtu 26 September, Cek di Sini Lokasinya

“Seperti yang disampaikan oleh pihak BMKG, mulai 26 September potensi pertumbuhan awan cukup rendah. Jadi harapannya garam NaCl yang ditabur selama sepekan terakhir bisa memicu awan hujan dalam waktu dekat,” pungkas Alumni PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII itu.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC pada 18-25 September 2026 memiliki tiga tujuan utama.

Ketiga tujuan tersebut meliputi upaya menurunkan polusi udara, membantu menurunkan hujan di wilayah DKI Jakarta.

“Jadi operasi modifikasi cuaca ini tujuannya adalah untuk menurunkan polusi, mengupayakan turunnya hujan dan meningkatkan kebutuhan air baku PAM Jaya,” ucap dia.

Baca juga : Nadiem Divonis 9 Tahun, Bayar Uang Pengganti Rp 548 Miliar

Menurut Marulitua, pelaksanaan OMC diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kondisi cuaca dalam beberapa hari setelah operasi. Meski demikian, hujan yang turun diperkirakan tidak akan merata di seluruh wilayah Jakarta.

Marulitua mengatakan hasil modifikasi cuaca kemungkinan dapat terlihat dalam waktu dekat. Namun, wilayah yang mendapatkan hujan lebih banyak diperkirakan berada di kawasan perbatasan Jakarta, terutama wilayah Bogor dan Depok.

“Hasil modifikasi cuaca kemungkinan bisa terlihat dalam waktu dekat, tapi hujan akan turun lebih banyak di perbatasan. Kalau di wilayah Jakarta mungkin di daerah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur,” tutupnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense