RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan 2028 neraca sampah mencapai nol persen (seimbang antara timbunan dengan pengelolaan). Untuk mencapainya, politisi Kebon Sirih mendorong seluruh program pengelolaan sampah diawasi ketat dan berjalan terpadu dari hulu hingga hilir.
Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Yuke Yurike mendukung kerja sama Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, dalam pengelolaan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Namun, Yuke menekankan pentingnya pengawasan ketat, agar penanganan sampah berjalan efektif dari hulu hingga hilir.
Hal tersebut disampaikan Yuke setelah penandatanganan pembaruan perjanjian kerja sama pengelolaan TPST Bantargebang untuk lima tahun ke depan, di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026).
“Pengawasan pengelolaan sampah harus ketat, karena melibatkan berbagai pihak,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
Baca juga : AC Milan Vs Inter Milan, Mengincar Takhta Tetangga
Yuke juga mengingatkan, persoalan sampah Jakarta tidak bisa hanya mengandalkan Bantargebang. Pemprov DKI juga harus memperkuat pengurangan dan pengolahan sampah sejak dari sumbernya, agar volume sampah yang dikirim ke tempat pemrosesan akhir, terus berkurang.
Karena itu, lanjut Yuke, DPRD DKI akan mengawasi pelaksanaan sejumlah program, mulai dari pemilahan sampah rumah tangga, optimalisasi tempat pengolahan sampah dengan prinsip reduce, reuse, recycle (TPS 3R), hingga pembenahan sistem pengangkutan. “Kami juga akan mengawasi program yang sudah direncanakan untuk mengatasi masalah sampah,” ujarnya.
Yuke menegaskan, seluruh program harus berjalan terpadu. Pengurangan sampah dari hulu perlu dibarengi pengolahan di tengah, sekaligus upaya mengatasi timbunan sampah di Bantargebang.
Dia berharap, rangkaian program itu memberikan hasil signifikan pada 2028-2029. Koordinasi lintas wilayah dan dengan Pemerintah Pusat juga perlu diperkuat, mengingat persoalan sampah tidak hanya menjadi beban satu daerah.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kerja sama Pemprov DKI dengan Pemkot Bekasi diperbarui untuk menyesuaikan pengelolaan TPST Bantargebang dengan kebutuhan saat ini.
Baca juga : Hannah Al Rashid, Kangen Pelukan Almarhum Ayah
Kesepakatan tersebut juga mencakup alokasi dana kompensasi pengelolaan Bantargebang untuk lima tahun ke depan, sekitar Rp 362 miliar.
Pram menambahkan, Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah setiap hari. Penerapan sistem pengelolaan dan pemilahan sampah, menurut dia, telah mengurangi volume sampah yang dikirim ke Bantargebang sekitar 500 ton per hari.
Pemprov DKI juga mengandalkan fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar atau refuse derived fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara dan Bantargebang, dengan kapasitas berkisar 1.500-2.000 ton.
Selain itu, Pemprov DKI berencana membangun tiga fasilitas pembangkit listrik tenaga sampah. “Kalau semuanya berjalan lancar, maka neraca sampah sama dengan di Bekasi. Mudah-mudahan tahun 2028 sudah nol,” harap Pram.
Adapun penanganan timbunan sampah yang telah menumpuk di Bantargebang akan dibahas bersama Pemerintah Pusat.
Baca juga : Geser Sinner, Zverev Raja Tenis Dunia
Pram juga menekankan pengurangan sampah melalui TPS 3R serta optimalisasi pengelolaan sampah dari hotel, restoran, dan kafe.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyambut baik kerja sama tersebut. Dia menilai, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi kedua pemerintah daerah.
Tri juga mengapresiasi upaya Pemprov DKI mengurangi sampah yang dikirim ke Bantargebang. Dia berharap, kedua pemerintah daerah dapat bersama-sama mencari solusi atas timbunan sampah melalui kajian teknologi.
“Semoga apa yang kita hasilkan hari ini memberikan nilai kebermanfaatan dan kesejahteraan bagi warga dua daerah, Jakarta dan Kota Bekasi,” kata Tri. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.