BREAKING NEWS
 

Rapat di Kembangan, Pramono Janji Atasi Banjir, Macet Dan Sampah

Reporter : FATIMAH AZ ZAHRA
Editor : MARULA SARDI
Rabu, 4 November 2026 19:46 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung langsung tancap gas membedah berbagai persoalan krusial di wilayah akar rumput. Dalam rapat koordinasi bersama jajaran pemerintah setempat,Pramono memetakan tiga masalah utama yang mendesak untuk diselesaikan di Kecamatan Kembangan,Jakarta Barat.

Tiga fokus utama tersebut meliputi penanganan banjir dan genangan, penguraian kemacetan lalu lintas melalui pelebaran jalan, serta optimalisasi kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

"Di Kecamatan Kembangan ini ada tiga isu utama, yang pertama adalah berkaitan dengan banjir, yang kedua adalah berkaitan dengan kemacetan, perluasan jalan, yang ketiga adalah berkaitan dengan TPS3R di Meruya Selatan," ujar Pramono saat meninjau langsung pembangunan prasarana dan sarana Kali Angke di segmen Permata Buana, Jakarta Barat, Selasa (3/11/2026).

Baca juga : Izin Obligasi Daerah Mandek, Pramono Bersiap Tarik Utang dari SMI dan Tagih DBH

Berikut adalah rincian tiga langkah strategis yang disiapkan Pemprov DKI Jakarta untuk wilayah Kembangan:

Genjot Pengendalian Banjir dan Normalisasi Saluran

Adsense

Sebagai langkah konkret memperkuat infrastruktur pencegahan banjir di Jakarta Barat, Pemprov DKI memastikan proyek-proyek vital terus berjalan. Pembangunan sheet pile atau dinding penahan tanah sepanjang sekitar 2,3 kilometer akan dilanjutkan, beriringan dengan normalisasi saluran air guna mendongkrak kapasitas aliran saat musim hujan.

"Hal yang berkaitan dengan banjir dan genangan, tadi sudah diputuskan hal yang pertama berkaitan dengan pembangunan sheet pile sekitar 2,3 [kilometer] tetap dilanjutkan, kemudian normalisasi saluran tetap dilakukan," jelas Pramono.

Pelebaran Jalan Raya Joglo Ditargetkan Rampung 2028

Baca juga : Brantas Abipraya Percepat Pemulihan 16 Desa Terdampak Banjir di Aceh

Selain banjir, urat nadi lalu lintas di Kembangan turut menjadi sorotan. Untuk mengurai kemacetan kronis yang kerap dikeluhkan warga, Pemprov DKI menyiapkan proyek pelebaran Jalan Raya Joglo. Mengingat skala pengerjaannya yang membutuhkan waktu penyesuaian, proyek infrastruktur jalan ini ditargetkan berlanjut hingga tahun 2028.

"Kemudian juga pelebaran jalan raya Joglo. Memang mungkin tidak selesai di tahun 2027 ini, untuk pelebaran dan sebagainya mungkin perlu waktu sampai dengan 2028," ungkapnya.

Swastanisasi Pengelolaan TPS3R Meruya Selatan

Persoalan ketiga yang dibahas adalah pengelolaan sampah di TPS3R Meruya Selatan. Pramono menyoroti adanya kesenjangan kapasitas operasional, di mana fasilitas tersebut memiliki daya tampung 7,3 ton, namun realisasi produksinya harian baru mencapai kisaran 3,5 hingga 4 ton saja.

Merujuk pada kesuksesan pengelolaan di wilayah lain seperti Menteng Atas dan Pulau Kelapa Gading,Pemprov DKI membuka lebar pintu kolaborasi dengan pihak swasta. Langkah ini berpedoman pada Pergub Nomor 5 Tahun 2026 guna menekan volume sampah secara signifikan sebelum dikirim ke TPA Bantargebang.

Baca juga : Pramono Minta Forkopimda Jakut Turun Tangan Berantas Narkoba di Kampung Bahari

"Maka untuk itu, kami memberikan persetujuan untuk TPS3R yang di Meruya Selatan agar ini kalau memang bisa dikerjasamakan dengan swasta, saya persilakan selama itu memberikan manfaat bagi pengurangan sampah secara signifikan di Jakarta ini," tutup Pramono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense