RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike mengajak semua pihak bergotong royong mengantisipasi banjir di Ibu Kota pada musim hujan yang akan datang. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI sampai warga harus bekerja sama agar potensi banjir dapat diminimalisir.
Yuke mendorong Pemprov DKI untuk mengebut normalisasi semua kali di Jakarta, agar bisa menampung debit air yang tinggi saat hujan tiba. Dia juga mendorong warga untuk menjaga kebersihan lingkungan, dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.
“Warga juga perlu bergotong royong membersihkan saluran air atau got di lingkungan masing-masing. Supaya, begitu musim hujan tiba, air mengalir lancar,” saran Yuke, melalui WhatsApp (WA) kepada Editor Rakyat Merdeka, Kamis (5/11/2026).
Yuke menerangkan, banyak lokasi di Jakarta yang sulit dimasuki alat berat. Dengan demikian, perlu peran warga untuk ikut melancarkan aliran air hujan, guna meminimalisir potensi banjir.
“Kita perlu kerja bakti, gerebek lumpur sebelum musim hujan,” ajaknya.
Untuk warga yang tinggal di lokasi rawan banjir maupun di sekitar kali, Yuke mengingatkan agar memperhatikan kondisi rumahnya. “Misalnya, kalau terjadi hujan deras yang berpotensi menimbulkan longsor. Ini juga harus diperhatikan, agar tidak memakan korban,” tandasnya.
Baca juga : Hancurkan Lens 9-1, Como Gegerkan Eropa
Semua antisipasi bencana tersebut, lanjut Yuke, harus dilakukan. Apalagi, secara umum, Jakarta berada di antara 13 aliran sungai. “Semua harus siap-siap memitigasi, mengantisipasi bencana,” ingat politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.
Yuke lalu bicara penanganan banjir di Kali Mampang, terutama segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan. Menurutnya, penanganan banjir di daerah ini membutuhkan perencanaan jangka panjang. Normalisasi kali perlu dibarengi dengan penataan permukiman di bantaran, serta pengendalian aliran air dari wilayah hulu.
Dia menjelaskan, kawasan Kali Mampang segmen Poncol memiliki karakteristik wilayah yang relatif rendah, sehingga rentan mengalami banjir. Namun, permukiman padat di tepi kali diapit kawasan gedung bertingkat dan pusat bisnis, sehingga akses untuk mendukung pekerjaan normalisasi menjadi terbatas.
“Meski begitu, normalisasi ini diharapkan dapat menahan aliran dan mengendalikan debit air yang menuju Kali Mampang serta Kali Krukut,” imbuhnya.
Menurut Yuke, pembangunan tampungan air dapat menjadi bagian dari strategi pengendalian banjir yang lebih menyeluruh. “Langkah itu perlu diselaraskan dengan kondisi sungai dan kebutuhan penanganan di wilayah yang kerap terdampak banjir,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Yuke, penataan permukiman penting untuk mendukung pelebaran ruang sungai dan pembangunan tampungan air, yang kapasitasnya disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi di lapangan.
Baca juga : 9 Rider Cabut Boikot, Yamaha Tetap Absen
Yuke memastikan, DPRD DKI Jakarta mendukung langkah Pemprov menangani persoalan banjir. “Dengan koordinasi yang baik dan perencanaan yang matang, saya yakin, banjir bisa diselesaikan bertahap,” katanya.
Untuk mengantisipasi banjir, Pemprov DKI, melalui Dinas Sumber Daya Air, mempercepat pembenahan sejumlah sungai dan saluran air, termasuk normalisasi Kali Mampang. Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, kawasan Kali Mampang merupakan salah satu lokasi yang kerap banjir ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Terus terang, saat hujannya 100 milimeter per hari saja, pasti banjir dan banyak keluhan masyarakat di sini mengenai banjir,” ujar Pramono, saat meninjau normalisasi Kali Mampang segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).
Dia menjelaskan, pembenahan dilakukan secara bertahap, agar aliran air dapat ditangani lebih baik ketika hujan turun. Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah pertemuan Kali Mampang dan Kali Krukut.
“Saat kemarau panjang, kita melakukan pembenahan dari ujung. Dimulai dari embung-embung yang kemarin kita bangun. Kemudian, pertemuan antara Kali Mampang dan Kali Krukut,” jelas Pram.
Perbaikan tersebut, harap mantan Sekretaris Kabinet ini, dapat membantu mengurangi volume banjir di kawasan yang selama ini sering kebanjiran.
Baca juga : Hari Ini Jokowi Bersaksi, PN Jaktim Dijaga 3 Lapis
Pram mengakui, banjir masih berpotensi terjadi di Jakarta ketika musim hujan tiba. Namun, berbagai pembenahan yang sedang dilakukan diharapkan dapat mengurangi volume banjir secara signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya. “Karena, ditangani secara serius,” tandasnya.
Selain Kali Mampang, Pemprov DKI Jakarta melakukan normalisasi terhadap sejumlah sungai lain. “Normalisasi dilakukan di Kali Ciliwung, Krukut, Cakung Lama, juga Mampang. Walaupun Kali Mampang ini pendek, kita lakukan sebagai persiapan untuk menghadapi musim hujan,” jelasnya.
Melalui pembenahan sejumlah sungai tersebut, Pramono berharap, sistem pengendalian banjir di Jakarta dapat berfungsi lebih optimal. Menurutnya, upaya tersebut mendapat dukungan anggota DPRD DKI Jakarta. [RAA/DAF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.