Sebelumnya
Beri Warga Alternatif
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik meminta dikaji kembali Pergub KBRL. Sebab, sudah lebih sebulan diterapkan, ternyata tak terlalu efektif alias kurang bertaji di lapangan. Kantong plastik masih dipakai banyak orang. Karena, warga dan dunia usaha belum memiliki alternatif pengganti kantong plastik.
Taufik mengakui Pergub ini merupakan permulaan yang baik, untuk mengubah kebiasaan masyarakat menggunakan kangong plastik. Namun, di tingkat implementasi masih belum banyak alternatif pengganti. Perlu ada pengkajian ulang untuk menyempurnakan pergub tersebut.
Sementara belum ada alternatif, sudah ada aturan bagi yang melanggar, bisa diberi teguran tertulis, uang paksa, pembekuan izin, dan pencabutan izin.
Baca juga : FKG Usakti Ajak Masyarakat Lindungi Anak dari Penyebaran Covid-19
“Ya memang masyarakat dan pedagang mengeluh karena kesulitan dapat kantong ramah lingkungan dengan harga murah. Pasar-pasar tertekan takut kena sanksi. Ditambah lagi pandemi begini, intinya perlu diubah agar tak jadi beban," saran kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dikatakannya, masih banyak toko atau mal yang menggunakan kertas atau spunbond yang merupakan senyawa polypro pylene atau plastik konvensional. Sementara penggunaan kantong belanja dengan kertas, selain sulit dipakai ulang, juga menim bulkan masalah baru soal penebangan pohon. “Nanti ujung-ujungnya memperbanyak impor bahan tersebut,” tandas Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini.
Pemprov DKI Jakarta, saran Taufik harus memaksimalkan penggunaan kantong-kantong terbuat dari daun, ranting, singkong, dan anyaman, serta bahan ramah lingkungan lainnya.
Pemprov DKI juga diminta bekerja sama dengan banyak (UMKM) untuk memproduksi kan tong alternatif. “Libatkan petani dan UMKM. Apalagi misalnya kantong dari pati singkong, singkongnya diambil dari petani,’’ sarannya.
Baca juga : Ketum TP-PKK Gandeng Mendagri dan Mendes PDTT Sosialisasikan Pentingnya Pakai Masker
Intinya, kata Taufik, PergubNomor 142 Tahun 2019 sebaiknya mengakomodasi solusi- solusi inovatif. “Dorong agar warga Jakarta berubah go green mulai dari perilaku, cara pakai kantong harus pakai ulang, sampai material-material inovatif yang ada,” ajaknya.
4 Kecamatan Konsisten
Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Barat, Slamet Riyadi menyatakan, di wilayahnya sudah empat dari delapan kecamatan yang terbebas dari kantong plastik sekai pakai. Yakni Kecamatan Palmerah, Kembangan, Cengkareng dan Kebon Jeruk. Dia mengklaim, pusat perbelanjaan, mini market, hingga pasar tradisional di empat wilayah tersebut sudah konsisten tak memakai kantong plastik.
Rata-rata pedagang meminta warga membawa tas belanja masing-masing. Ada juga yang membungkus barang dagangan dengan pembungkus ramah lingkungan. Sedangkan empat kecamatan lainnya, penggunaan kantong plastik sekali pakai masih 50 persen.
Baca juga : Amazon Kantongi Laba Terbesar Sepanjang Sejarah
Rata-rata, pedagang pasarbyang kesulitan mengganti kantong plastik dengan kantong belanja. “Untuk pemberlakuan sanksi, kami masih menunggu arahan dari Dinas. Tetapi kita sosialisasikan terus,” ungkap Slamet. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.