Sebelumnya
Siapkan Protokol Kesehatan
Pakar Epidemiologi dari UI, Tri Yunus Miko Wahyono meminta, Pemprov DKI mewaspadai munculnya klater baru di lokasi pengungsi banjir. Sebab, kerumunan warga di pengungsian berisiko tinggi terjadinya penularan Virus Corona.
“Saat banjir ini, yang sangat harus diwaspadai adalah lokasi penampungan korban banjir. Jika tidak diantisipasi, bisa terjadi transmisi penularan virus dengan mudah,” ujar Tri.
Dia berharap, Pemprov DKI segera menyusun protokol kesehatan untuk lokasi pengungsian. Jumlah pengungsi di setiap tenda harus dibatasi agar tidak terjadi kerumunan. “Setiap lokasi pengungsian juga harus ada pengawasnya,” ujar Tri.
Baca juga : Wuih Serem, 67 Calon Ternyata Positif Corona
Menurutnya, potensi penularan VirusCorona saat musim hujan dan kemarau sama-sama tinggi. Sebabnya, transmisi virus ini bisa melalui udara maupun sentuhan. Untuk mengantisipasinya, lanjut Tri, pemerintah harus memberikan masker kepada para pengungsi dan menyediakan tempat mencuci tangan di tempat pengungsian.
“Jangan sampai tempat pengungsian jadi klaster. Pemerintah harus menyiapkan protokol kesehatan dengan baik untuk menghadapi banjir musiman ini,” ujarnya.
Siapkan Antisipasi
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria memastikan, posko pengungsian untuk korban banjir memenuhi standar kesehatan Covid-19. Selain logistik, pihaknya akan memberikan masker, dan para pengungsi dibuat berjarak agar tidak terjadi penularan Corona.
Baca juga : Doni Siapkan Skenario Pengungsian Ala Covid
Menurutnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengatur konsep tersebut demi menghindari penularan Covid-19.
“Dari BPBD, Pak Sabdo Kurnianto (Pelaksana tugas Kepala BPBD) sudah mengatur jumlah tempat pengungsian. Yang ditambah supaya jaga jarak antar pengungsi dapat terjaga,” katanya.
Riza yakin pembuatan posko penampungan tidak akan menemui kendala, karena BPBD juga dibantu oleh para pemangku wilayah setempat. Dari tingkat lurah, camat hingga walikota di wilayah masing-masing turut membantu mencarikan tempat penampungan sementara itu.
Apalagi banjir merupakan hal rutin yang terjadi setiap tahun, sehingga mereka telah menentukan tempat yang baik untuk para pengungsi. “Insya Allah nggak ada masalah mengenai tempat-tempat penampungan,” jelasnya.
Baca juga : Informasi Positif Menumbuhkan Imunitas Pasien Lawan Corona
Saat ditanya mengenai penilaian ahli hidrologi UI bahwa konsep penanganan banjir di ibukota dianggap menyesatkan, Riza menjawab, konsep naturalisasi tidak berdiri sendiri tetapi dilengkapi normalisasi sungai untuk mengatasi banjir.
“Dua-duanya bisa diterapkan. Jadi melihat situasi dan kondisi mana sungai yang bisa kita lakukan dengan program normalisasi dan mana yang dengan naturalisasi,” ucapnya. Menurut Riza, tidak perlu membandingkan naturalisasi dengan normalisasi. Dua-duanya memiliki tujuan yang baik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.