BREAKING NEWS
 

Angka Kematian Akibat Covid-19 Masih Tinggi

Tempat Hiburan Malam Jangan Dulu Buka Deh

Reporter & Editor :
APRIANTO
Rabu, 17 Maret 2021 06:00 WIB
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Meskipun kasus Covid-19 mengalami penurunan di Ibu Kota, bukan berarti kondisi sudah aman. Sebab, angka kematian, masih tinggi. Melihat kondisi itu, sebaiknya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunda dulu rencana membuka tempat hiburan malam.

Saran itu disampaikan Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman. Menurutnya, tingginya angka kematian akibat Covid-19 perlu menjadi pertimbangan dalam menetapkan pelonggaran di tempat wisata.

“Kasus kematian adalah alat ukur paling jujur menilai keparahan pandemi. Harus direspons serius. Jangan asal melonggarkan aktivitas apapun. Mau wisata, atau hiburan lain,” ungkap Dicky dalam keterangannya, kemarin.

Dia menuturkan, jika Pemprov akan membuka suatu aktivitas, harus ada protokol yang sifatnya spesifik. Karena, tiap aktivitas berbeda-beda risikonya. Misalnya, protokol kesehatan (prokes) kolam renang dengan karaoke, tentu sangat berbeda. Nah, untuk kegiatan di tempat tertutup seperti karaoke, harus ada persiapan yang matang.

Baca juga : Banggar DPR: Jangan Jadikan Covid-19 Ajang Pemburu Rente

“Karena sektor ini (tempat hiburan malam) rentan terjadi penularan,” kata Dicky.

Dicky mencontohkan pembukaan aktivitas bioskop di Sydney, Australia. Di Negeri Kanguru, pembelian tiket dilakukan dengan sistem online. Kemudian, ada kewajiban mencatat nama, nomor identitas, alamat, usia, dan data penunjang lain seperti informasi riwayat kesehatan. Dan, pengunjung bioskop tak boleh dari kota lain. Data lengkap itu untuk kepentingan tracing. Jika ada penonton yang positif, maka akan langsung terlacak.

Yang tak kalah penting, lanjut Dicky, persiapan manajemen. Petugas, harus terlatih menerapkan protokol kesehatan, mulai dari mulai memakai masker, jaga jarak, cuci tangan, hingga pembersihan ruangan.

“Di Australia, ada pelatihan dua pekan sebelum benar-benar buka. Pertanyaannya? apa sudah siap semuanya membuka karaoke?” ingatnya.

Baca juga : Angkasa Pura II Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Karyawan Di 20 Bandara

DPRD Menolak

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani heran sekaligus sedih dengan rencana Pemprov DKI ingin membuka tempat hiburan karaoke. Apalagi kegiatan kegiatan belajar mengajar tatap muka, belum jelas kapan akan mulai dilakukan.

“Kok tidak ada yang berpihak pada pendidikan. Saat anak-anak dibatasi ke sekolah, orang dewasa diberi kebebasan ke tempat karaoke. Pak Anies harus berpikir ulang. Sekolah harus jadi prioritas beroperasi ketimbang tempat hiburan,” pintanya.

Ketua DPW PKS DKI Jakarta Khoirudin juga mengecam rencana Pemprov DKI Jakarta membuka kembali usaha karaoke. Pemprov DKI kudu mempertimbangkan dengan matang. Sebab, Jakarta masih menjadi episentrum penularan Covid-19. Pembukaan tempat karaoke malah bisa menjadi bumerang bagi Anies.

Baca juga : Ada Enam Kasus Varian Covid Inggris, Tak Satu Pun Dari Jakarta

“Apalagi ada varian baru Corona B-117 yang penularannya lebih mudah,” ingatnya.

Adsense

Dia menuturkan, karaoke dilakukan di ruang tertutup. Bahkan, ruangannya kecil dengan ventilasi udara yang terbatas. “Jangan sampai Jakarta yang sudah mencapai nihil zona merah akan kembali berada di zona merah,” tegasnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense