RM.id Rakyat Merdeka - Dua rumah warga di Kampung Batakal RT 01 RW 07, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor tertimpa tanah longsor pada Kamis (3/6) malam pukul 20.40 WIB.
Titik longsoran berada di proyek double track kereta api jurusan Bogor-Sukabumi.
Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor melaporkan, area longsor sepanjang 10 meter dan tinggi 7 meter menimpa 2 unit rumah warga yang berada dibawah area proyek double track kereta api.
Satu unit rumah warga tersebut atas nama Maman yang terdiri dari 1 Kepala Keluarga (KK) dengan 4 jiwa, material longsor menimpa area kamar tidur. Kemudian rumah Tantri terdiri dari 1 KK dengan 7 jiwa dan Teti 1 KK dengan 4 jiwa, longsor mengenai area ruang keluarga.
Baca juga : TWK Sudah Sesuai Prosedur, Firli: Tak Ada Upaya Singkirkan Siapapun!
Selain mengenai rumah warga, material longsoran juga menutupi akses jalan warga sekitar.
Dari kejadian ini, terdapat satu korban luka atas nama Bapak Jumadi (50) yang tertimpa reruntuhan material longsoran, saat sedang membetulkan saluran air yang tersumbat sampah.
Akibatnya, korban mengalami luka ringan dan telah dirujuk ke RS PMI Bogor guna penanganan lebih lanjut.
Tanah longsor terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut.
Baca juga : Total Kasus Positif Covid Di Griya Melati Bogor, Kini Jadi 90
Kota Bogor diguyur hujan lebat sejak Kamis (3/6) pukul 19.00 WIB. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Bogor menghimbau para penghuni rumah agar mengosongkan sementara rumah yang terdampak tanah longsor.
Petugas BPBD dibantu Babinsa, petugas Kelurahan Batutulis, Tagana Kota Bogor, RT RW setempat melakukan pendataan dan kaji cepat di lokasi kejadian. Untuk pembersihan material longsor, diperlukan alat berat.
Badan Meteolorogi, Klimotologi dan Geofisika (BMKG) melalui situs resminya, telah mengeluarkan peringatan dini waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat antara siang hingga menjelang malam hari di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Subang, Purwakarta, Bandung, Bandung Barat, Kota Bandung dan Cimahi pada Jumat (4/6) dan Sabtu (5/6).
Menurut kajian InaRISK BNPB, Kota Bogor memiliki risiko sedang hingga tinggi untuk bencana tanah longsor dengan luas risiko 58 hektar atau 1 kecamatan
Baca juga : Longsor Di Sukabumi Telan Korban Satu Balita
Kota Bogor juga memiliki risiko banjir sedang hingga tinggi dengan luas risiko 4.181 hektar, atau sekitar 6 kecamatan terpapar.
BNPB juga mengimbau masyarakat tetap waspada, terhadap bahaya longsor atau bencana hidrometeorologi lainnya. Mengingat adanya kajian risiko dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG. [HES]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.