Dark/Light Mode

TWK Sudah Sesuai Prosedur, Firli: Tak Ada Upaya Singkirkan Siapapun!

Selasa, 1 Juni 2021 19:22 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) saat menggelar konferensi pers tentang pelantikan 1.271 pegawai KPK menjadi ASN, di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (1/6). (Foto: Oktavian Surya Dewangga/Rakyat Merdeka)
Ketua KPK Firli Bahuri (tengah) saat menggelar konferensi pers tentang pelantikan 1.271 pegawai KPK menjadi ASN, di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (1/6). (Foto: Oktavian Surya Dewangga/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kembali menegaskan, tidak ada upaya menyingkirkan 75 pegawai dengan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai salah satu syarat untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Saya agak heran ada kalimat 'ada upaya menyingkirkan'. Saya katakan, nggak ada upaya menyingkirkan siapapun," tegas Firli menjawab pertanyaan wartawan, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (1/6).

Berita Terkait : Diajak Ngobrol Firli, Seluruh Pegawai KPK Hadiri Pelantikan Jadi ASN

Dia menegaskan, TWK yang dilakukan seluruh pegawai KPK itu, sama semua. Tidak ada yang berbeda. "Instrumennya sama, waktu pekerjaan sama, pertanyaan sama, modul sama. Hasilnya, yang memenuhi syarat 1.274, yang tidak memenuhi syarat sebanyak 75 orang," tuturnya.

Dari jumlah itu, sebanyak 3 orang tidak ikut dilantik; satu pegawai mengundurkan diri, satu pegawai tidak memenuhi persyaratan pendidikan, dan satu pegawai meninggal dunia.

Berita Terkait : Serukan Perang Badar Terhadap Korupsi, Firli: Jangan Terpengaruh Kekuasaan!

Karena itu, Firli memastikan TWK sudah sesuai dengan syarat, mekanisme, dan prosedur. "Ya hasil akhirnya ada yang tidak memenuhi syarat dan memenuhi syarat. Jadi nggak ada upaya menyingkirkan siapapun," tegas Firli lagi.

Lagipula, diingatkannya, pimpinan komisi antirasuah sudah berupaya untuk memperjuangkan nasib mereka. Hasilnya, 24 pegawai akan dibina dan diberikan latihan bela negara di bawah bimbingan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Sementara 51 lainnya, dinyatakan sudah tak bisa dibina karena nilainya "merah".

Berita Terkait : Pesan Firli ke Pegawai KPK yang Baru Dilantik ASN: Wajib Jiwai Pancasila

"Secara informal kita sudah bahas dengan Kemenhan. Nanti 24 (pegawai itu) kita ajak bicara. Bersedia ikuti (pelatihan bela negara) atau tidak? Yang jelas kita di sini satu kesatuan untuk cari solusi terbaik," tandas Firli. [OKT]