RM.id Rakyat Merdeka - Laju penularan virus Corona di Ibu Kota dan wilayah sekitarnya tidak terkendali. Hal tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah keterisian tempat tidur di Rumah Sakit (RS).
Di Kota Bekasi, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) terus menanjak. Per Senin (14/6), keterisian tempat tidur isolasi mencapai 56 persen dari 1.706 tempat tidur. Namun demikian, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menyakinkan, kondisi itu masih aman.
“Masih aman, semoga tidak terus bertambah,” ungkap Pepen, sapaan akrab Rahmat Effendi kepada wartawan, kemarin.
Sepekan sebelumnya, tingkat keterisian RS di Bekasi hanya 35 persen. Ini berarti dalam waktu sepekan terjadi penambahan 21 persen. Kondisi ini menunjukkan terjadi peningkatan kasus Corona cukup signifikan. Apalagi, tingkat keterisian tempat tidur RS di Bekasi pernah di angka 15 persen.
Baca juga : Kasus Covid-19 Naik, Pemerintah Tambah Kapasitas Rumah Sakit Hingga 40 Persen
Pepen menduga, kasus Covid-19 nanjak karena terjadi peningkatan mobilitas warga. Banyak warga Kota Bekasi yang masih nekat berpergian ke luar daerah.
“Menurut investigasi kita, ternyata lebih banyak karena ke luar daerah,” tambah Pepen.
Seperti klaster Perumahan Taman Harapan Baru, Kecamatan Medansatria. Dipaparkan Pepen, berdasarkan hasil penelusuran tim Satuan Tugas Covid-19, warga terpapar usai menghadiri hajatan dan arisan di luar daerah. Awal diperiksa, ditemukan 26 kasus. Kini bertambah menjadi 47 kasus. Untuk mengerem penularan, Pemerintah Kota Bekasi melakukan lockdown micro di wilayah tersebut.
Berdasarkan keterangan pada situs corona.bekasikota.go.id, jumlah kasus Covid-19 secara kumulatif sudah mencapai 45.736 kasus. Kasus aktif berjumlah 1.025 orang, pasien sembuh 44.127 orang, dan kasus meninggal 584 orang.
Baca juga : Wamenkes Ketar-ketir
Selain Bekasi, lonjakan kasus terjadi di Kota Depok. Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok mencatat terjadi lonjakan kasus mencapai 350 kasus dalam satu hari pada Minggu (13/6). Ini angka tertinggi yang pernah tercatat dalam tiga bulan terakhir. “Biasanya rata-rata per hari hanya sekitar 100 sampai 150 kasus per hari. Untuk hari ini mulai 200 lebih kasus,” ungkap Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.
Imbas penambahan kasus itu, lanjut Dadang, BOR atau tingkat keterisian tempat tidur pada RS di Depak meningkat. Keterpakaian Intensive Care Unit (ICU) Covid-19 saat ini mencapai 64,29 persen atau terpakai 72 dari 112 tempat tidur. Sementara keterpakaian tempat tidur isolasi sebanyak 477 dari 852 yang tersedia atau 55,99 persen.
“Trennya memang meningkat,” tambah Dadang.
Dia menilai, penyebab meroketnya kasus Covid-19 di Kota Depok lantaran banyak warga yang abai terhadap Protokol Kesehatan (Prokes). Warga juga tak peduli terhadap aturan pembatasan. Warga beraktivitas seperti sudah normal.
Baca juga : Kalau Rumah Sakit Penuh, Layanan Kesehatan Lumpuh
“Coba lihat kepadatan lalu lintas, di pusat-pusat keramaian sudah seperti biasa,” terangnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.