Dark/Light Mode

Kasus Kematian Covid-19 Pecah Rekor

Kalau Rumah Sakit Penuh, Layanan Kesehatan Lumpuh

Kamis, 14 Januari 2021 05:33 WIB
Ilustrasi. (Sumber : Reuters).
Ilustrasi. (Sumber : Reuters).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus kematian akibat virus Corona di Tanah Air per 12 Januari pecah rekor. Secara akumulatif, Jawa Timur tertinggi.

Dalam meme yang diunggah perupadata mengungkap, Jawa Timur menjadi provinsi dengan total angka kematian paling ban­yak (6.576). Disusul Jawa Tengah (4.161), Jakarta (3.550), lalu Jawa Barat (1.245).

“Ketika layanan kesehatan kewalahan, penyebaran tetap tidak ditekan, akhirnya kematian demi kematian jadi kabar yang menyesakkan,” ujar perupadata dalam caption-nya.

Berita Terkait : 3M Itu, Cara Sayangi Diri Dan Keluarga

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito memperingatkan, angka kematian akan semakin tinggi dan sistem kesehatan di Indonesia akan lumpuh jika kasus positif Covid-19 gagal ditekan. Karena itu, dia meminta semua pihak harus mewaspadai kondisi tersebut.

“Bila angka ini terus meningkat dan menyebabkan kasus rumah sakit penuh, sangat berpotensi menaikkan angka kematian akibat Covid-19. Sistem kesehatan kita akan lumpuh,” ujar Wiku, saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/1).

Data Satgas memperlihatkan, 10 besar provinsi memiliki tingkat keterisian tempat tidur ruang isolasi dan ICU lebih dari 60 persen. Di DKI Jakarta, merupakan yang tertinggi, men­capai 82 persen, Banten mencapai 81 persen, DIY sebesar 78 persen, Jawa Barat sebesar 75 persen, dan Jawa Timur sebesar 71 persen.

Berita Terkait : Amankah Vaksin Covid-19? (2)

Kemudian di Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah sama-sama sebesar 71 persen, Sulawesi Tengah sebesar 65 persen, Kalimantan Timur sebesar 64 persen, dan Lampung sebesar 63 persen.

“Bila tempat tidur di fasilitas kesehatan penuh 100 persen, maka pasien-pasien Covid-19 baru, terlepas dari tingkat keparahan penya­kitnya dan kebutuhannya atas penanganan di rumah sakit, tidak akan bisa ditangani,” jelas Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI) ini.

Penyebabnya, lanjut Wiku, karena rumah sakit tidak memiliki kapasitas lagi untuk menangani para pasien tersebut. Dia mengingatkan, fasilitas dan tenaga kesehatan di rumah sakit juga terbatas. Kenaikan jumlah pasien yang dirawat berdampak pada beban kerja tenaga kesehatan.

Berita Terkait : Tuh Kan..., Libur Panjang Bikin Kasus Positif Covid Melonjak

“(Bebannya) akan semakin besar. Potensi penularan Covid-19 pada tenaga kesehatan juga akan semakin meningkat,” ujarnya.

Wiku mengatakan, angka kematian di Tanah Air bisa meningkat bukan semata-mata karena Covid-19. Tapi termasuk juga karena penyakit-penyakit lain yang tak dapat ditangani akibat penuhnya rumah sakit. “Jangan meremehkan pandemi ini. Taati terus protokol kesehatan (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak),” tandasnya.
 Selanjutnya