Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasus Positif Covid-19 Terus Melonjak

DKI Makin Kritis, Faskes Keteteran

Kamis, 24 Desember 2020 07:23 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus positif Covid-19 di Provinsi DKI Jakarta terus melonjak. Akibatnya, ketersediaan tempat tidur pasien semakin menipis.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti mengatakan, fasilitas kesehatan (faskes) dan perawatan yang tersedia di Jakarta makin sedikit.

Tingkat keterisian tempat tidur isolasi pasien Covid-19 sudah 85 persen, sementara ruang Intensive Care Unit (ICU) mencapai 80 persen.

Berita Terkait : Kisah Pasien Positif Covid Saat Diisolasi

Peningkatan keterisian faskes atau perawatan tersebut, terus terjadi dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Data terakhir, Minggu 20 Desember 2020, dari 6.663 tempat tidur isolasi, kini sudah terisi 5.691 tempat tidur.

Sementara ruang ICU terdata ada 907 tempat tidur, dan kini sudah terisi 772 tempat tidur. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI segera menambah tempat tidur isolasi dan ICU untuk pasien Covid-19.

“Melalui Instruksi Gubernur Nomor 55 tahun 2020, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen meningkatkan kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU,” kata Widyastuti di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : KPK Perpanjang Penahanan Juliari Batubara Cs

Dia menargetkan, penambahan 113 tempat tidur ICU dan 508 tempat tidur isolasi dalam waktu dekat. “Kami menargetkan peningkatan kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.171 dan ICU sebanyak 1.020 di Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Jakarta, khususnya RSUD,” terangnya.

Peningkatan tempat tidur isolasi dan ICU akan dibarengi dengan penambahan jumlah tenaga kesehatan.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, untuk menekan penyebaran Covid-19, diputuskan memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi hingga 3 Januari 2021. Ini untuk menekan mobilitas penduduk pada libur Natal dan Tahun Baru.

Berita Terkait : Bamsoet Pantau Simulasi Vaksinasi Covid-19 Di Puskesmas Makkasau, Makassar

“Kami mengimbau masing-masing menahan diri tidak liburan ke luar rumah, apalagi ke luar kota. Mobilitas penduduk akan kami pantau dan kendalikan agar tak terjadi penularan, baik orang dari luar ke Jakarta maupun sebaliknya,” ujar anies.

Anies mengingatkan, jika melakukan aktivitas liburan di luar rumah, terlebih ke luar kota akan berpotensi menimbulkan petaka untuk diri sendiri. Bisa jadi, awal liburannya senang-senang, kemudian menjadi berita duka karena terpapar Covid-19.

Hal itu bisa dilihat dari data penularan Covid-19 per 7-13 Desember. Terdapat kasus baru Covid-19 dengan 3.821 klaster keluarga dan 313 kasus klaster perkantoran. [DIR]