BREAKING NEWS
 

Mau Ngerjain Anies

PDIP-PSI Kurang Tenaga

Reporter & Editor :
APRIANTO
Selasa, 28 September 2021 07:30 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Foto: Tedy Kroen/RM)

 Sebelumnya 
Menurut dia, tindakan Prasetyo menjadwalkan Rapat Paripurna melanggar Pasal 80 Ayat (3) Tata Tertib DPRD DKI. Ketentuan itu menyebutkan, setiap surat undangan rapat yang dikeluarkan wajib diteken Ketua DPRD DKI Jakarta, dan setidaknya mendapat paraf dua wakil ketua. Sedangkan dalam undang Rapat Paripurna hari ini, hanya diteken Pras.

"Ini kan namanya bentuk pelanggaran tatib sendiri. Masa tatib yang disahkan dan Pras yang mengetuk palunya, dia sendiri yang melanggar," sindirnya.

Baca juga : Periksa Anies, KPK Dalami Usulan PMD Ke Perumda Sarana Jaya

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Achmad Yani mengungkapkan hal serupa. Dia bercerita, awalnya rapat Badan Musyawarah DPRD kemarin hanya mengagendakan tujuh poin kesepakatan di luar interpelasi Formula E. Tiba-tiba, ada penjadwalan Rapat Paripurna interpelasi Formula E.

"Telah terjadi pelanggaran Tatib. Dengan ini, otomatis Paripurna untuk hak interpelasi ini saya kira tidak sah," ucap Yani.

Baca juga : Banteng Kaget, PSI Tak Terima

Ketua fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta Basri Baco pun menolak Rapat Paripurna ini. Ia bahkan akan memberi sanksi bagi anggota Fraksi Golkar yang menghadiri Rapat Paripurna interpelasi Anies. "Menurut Golkar, Rapat Paripurna ilegal dan tidak sesuai ketentuan dan Tatib yang berlaku,” ucapnya.

Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Bambang Kusumanto juga memastikan, anggotanya tidak akan menghadiri Rapat Paripurna interpelasi. Ia memandang, persoalan Formula E dapat ditanyakan secara formal dalam rapat-rapat Dewan lainnya, bukan interpelasi.

Baca juga : Kepala BSSN: Hargai Peran Dan Jasa Para Pejuang Persandian

Anies sudah berkomentar soal interpelasi itu. Ia mengaku tidak risau dengan langkah PDIP dan PSI. Anies menegaskan, dirinya lebih memikirkan kepentingan warga di tengah pandemi Covid-19 ketimbang masalah interpelasi Formula E.

"Bagi kami, yang penting warga Jakarta, bukan interpelasi. Yang terpenting adalah warga Jakarta selamat, warga Jakarta bisa bekerja dengan baik, kondisi pandemi tertangani dan kemudian kita bisa maju menjadi kota yang lebih tangguh," kata Anies, 27 Agustus lalu. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense