BREAKING NEWS
 

Unisba Jadi Tuan Rumah Bimtek Kosabangsa

Reporter : KINTAN PANDU JATI
Editor : BAMBANG TRISMAWAN
Kamis, 19 Juni 2025 22:48 WIB
Suasana kegiatan Bimtek peningkatan kualitas penulisan proposal Kosabangsa dan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak yang digelar di Unisba. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Islam Bandung (Unisba) menjadi tuan rumah kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) peningkatan kualitas penulisan proposal program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa).

Selain itu, Unisba juga menggelar Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Tahun Anggaran 2025. 

Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan Unisba di Aula Utama Unisba, Kamis (19/6/2025).

Rektor Unisba, Prof. Edi Setiadi mengatakan, program ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat ekosistem riset dan pengabdian masyarakat yang kolaboratif, relevan, dan berdampak nyata. 

Prof. Edi menegaskan, perguruan tinggi memiliki tiga tugas utama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 

Untuk itu, program penelitian dan pengabdian harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan bangsa serta mendukung pencapaian Asta Cita dan Visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga : Pekanbaru Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar XI Hima Persis

Menurutnya, program Kosabangsa adalah bentuk transformasi sosial dari bawah yang melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem perubahan. 

Sementara, Program Mahasiswa Berdampak mendorong kepemimpinan dan empati sosial mahasiswa sebagai aktor utama pembangunan.

"Mahasiswa Berdampak adalah bentuk tanggung jawab intelektual mahasiswa sebagai pelaku perubahan di masyarakat, sekaligus membangun karakter calon pemimpin bangsa," katanya. 

Rektor juga menekankan pentingnya pengembangan nalar dan bakat mahasiswa agar mereka tidak hanya menjadi mahasiswa kupu-kupu namun merespons dinamika dan kebutuhan masyarakat.

Adsense

"Harapannya, Bimtek ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan nalar ilmiah mereka dengan baik, yang pada akhirnya berguna bagi pengembangan ilmu untuk kebaikan masyarakat," ucapnya. 

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Lukman mengucapkan, terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat yang telah memberikan dukungan melalui Program Kosabangsa dan Kampus Berdampak. 

Baca juga : Siti Fauziah: Pancasila Adalah Rumah Besar Keberagaman Indonesia

"Kami berharap kepada pimpinan perguruan tinggi untuk terus menggelorakan semangat ini. Indonesia. Mari kita bangun negeri ini dengan hal-hal sederhana," katanya. 

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi sirkular berbasis teknologi sederhana yang dapat langsung diterapkan di tengah masyarakat.

Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Prof. I Ketut Adnyana mengatakan, Bimtek ini tidak hanya bersifat teknis tapi juga strategis dalam konteks penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa melalui Program Kosabangsa dan Program Mahasiswa Berdampak.

Dirinya, menilai bahwa program Kosabangsa merupakan salah satu yang paling berhasil. 

"Sosialisasi telah kami lakukan di NTT, Surabaya, Surakarta, dan kini di Bandung. Dengan melibatkan aktor-aktor kunci dari LLDIKTI Wilayah IV, kami berharap program ini disambut baik, dibuktikan dengan meningkatnya jumlah dan kualitas usulan proposal," jelasnya.

Ia menegaskan, program Kosabangsa menjembatani hasil riset kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat, sehingga kampus tidak lagi menjadi menara gading yang terputus dari realitas sosial.

Baca juga : Ahmad Muzani: Perempuan Jadi Kekuatan Strategis Untuk Masa Depan Indonesia

"Melalui Program Mahasiswa Berdampak, mahasiswa diposisikan sebagai subjek perubahan, bukan sekadar objek. Mereka adalah pemikir, pemimpin, dan penggerak, terutama di era disrupsi saat ini," ujarnya. 

Adapun, program Kosabangsa merupakan salah satu instrumen strategis yang memberikan ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk berkontribusi menjawab permasalahan sosial melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis keilmuan.

Sementara, program Mahasiswa Berdampak menjadi wadah bagi mahasiswa untuk tampil sebagai agen perubahan sosial yang kritis dan solutif.

Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari 83 perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Jawa Barat dan Banten.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense