Sebelumnya
Direktur Kedaruratan WHO, Michael Ryan mengatakan, varian Omicron tidak semenakutkan sebelumnya. Namun, dia mengakui, varian ini memang lebih menular dari varian yang ada sebelumnya.
“Tapi data penelitian awal tidak mengindikasikan bahwa ini bisa (membuat pasien) lebih parah,’’ kata Ryan, seperti dikutip AFP, kemarin.
Baca juga : Bos BI: Distribusi Vaksin Merata Kunci Pemulihan Ekonomi Dunia
Meski begitu, Ryan mengatakan, masih dibutuhkan penelitian lanjutan untuk mendalaminya. Ia menambahkan, dari penelitian awal menunjukkan, vaksin masih cukup ampuh memberikan perlindungan.
Senior Advisor of the Director General WHO, Bruce Aylwardm menyampaikan, hal serupa. Kata dia, saat ini dunia terobsesi dengan Omicron. Namun, perlu diingat varian Delta masih jadi yang berbahaya dan telah menelan banyak korban jiwa. Varian ini telah menewaskan 50.000 jiwa di dunia.
Baca juga : Hadapi Nataru Makin Tenang
“Masih terlalu dini menyebut varian Omicron berbahaya. Dampak varian Delta yang lebih penting untuk diingat,” ujar Aylwardm, kemarin.
Alywardm mengatakan, belum ada laporan mengenai kematian akibat varian Omicron. Saat ini lembaga tersebut masih melakukan kajian lebih lanjut untuk lebih memahami dampak dari varian ini.
Baca juga : Gelar Vaksinasi Turun Desa, BIN Sasar Masyarakat Pedalaman Kalsel
Namun, ia tetap mengingatkan, agar masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat, yaitu dengan mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Peran pemerintah dalam melakukan protokol testing, tracing, dan treatment (3T) juga sangat dibutuhkan. Vaksinasi pun masih menjadi game changer dalam mengentaskan pandemi ini.
“Semuanya ini ampuh dalam mengurangi penyebaran varian Delta. Untuk Omicron, ini masih sangat dini untuk membicarakan seberapa serius varian ini. Kami masih melakukan kajian,” tandasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.