RM.id Rakyat Merdeka - Tahun ini, Pertamina berhasil merampungkan seluruh proses restrukturisasi. Dan kini terbentuk ada enam subholding, yaitu subholding Gas, Upstream, Commercial & Trading, Refining & Petrochemical, PNRE serta Shipping. Road mapnya sudah dilakukan sejak 3 tahun lalu. Tapi penandatanganan legal end-state dilakukan pada September 2021.
Di saat pandemi, aktivitas masyarakat melambat, Pertamina justru malah tancap gas. “Kita dipacu kerja lebih cepat, progresif. Tapi, tentu harus ada mitigasi risiko, agar saat melakukan perubahan, tetap terjadi sustainable growth,” kata Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati.
Baca juga : Bidan Punya Peran Strategis Edukasi Calon Ibu Turunkan Angka Stunting
Melakukan transformasi tentu tidak mudah. Kata Nicke, cukup banyak juga kendalanya. “Tantangannya adalah comfort zone, merasa nyaman. Perusahaan sudah sehat, kenapa berubah? Nah, perasaan seperti ini harus dikalahkan,” katanya. Nicke menyebut, hambatan ini sebagai sleeping giant, yang harus dibangunkan.
Caranya? Harus solid, merangkul semua ekosistem, agar perubahan tidak dianggap ancaman. “BUMN ini seperti disampaikan Pak Menteri, tidak boleh jadi menara gading. Transisi tidak boleh mengancam ekosistem yang ada, tapi dampaknya harus tumbuh bersama,” papar Nicke.
Baca juga : Persita Vs PSIS Semarang, Widodo Siap Antisipasi Serangan Cepat Lawan
Dengan terbentuknya enam subholding, bagaimana prioritas program Pertamina? Nicke menjelaskan, perusahaan yang dipimpinnya mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Sebuah kesepakatan pembangunan yang berdasarkan hak asasi manusia dan kesetaraaan. Ada enam prioritas yang dijalankan Pertamina. Yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; Penanganan Perubahan Iklim; Ekosistem Laut; Ekosistem Darat; Energi Bersih dan Terjangkau; Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Terkait ini, maka Pertamina ikut berperan dalam peningkatan ekonomi nasional, dengan membuka peluang kerja secara inklusif untuk seluruh masyarakat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.