Dark/Light Mode

Peran Penting Arkeologi Bangkitkan Nilai Kebangsaan

Rabu, 24 November 2021 16:15 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat menjadi narasumber Kongres Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) 2021, bertema Wawasan Kebangsaan dan Pemajuan Kebudayaan, Rabu (24/11). (Foto: Ist)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat menjadi narasumber Kongres Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) 2021, bertema Wawasan Kebangsaan dan Pemajuan Kebudayaan, Rabu (24/11). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Arkeologi memiliki peran penting dalam proses pemahaman wawasan dan nilai-nilai kebangsaan warga negara. Yakni melalui pengungkapan fakta perjalanan bangsa di masa lalu.

"Peran arkeologi sangat signifikan dengan menemukan dan menyajikan kembali rangkaian kejayaan bangsa kita di masa lalu, bahwa bangsa kita adalah bangsa besar," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat menjadi narasumber dalam bincang-bincang di Kongres Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) 2021, bertajuk Wawasan Kebangsaan dan Pemajuan Kebudayaan, Rabu (24/11).

Menurut Lestari, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami krisis multidimensi yang menyebabkan berbagai perubahan di berbagai sektor baik politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

Berita Terkait : Bappenas Tegaskan Pentingnya Strategi Penguatan Kerja Sama Lintas Sektor Gizi

Situasi ini, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, harus dicermati agar budaya bangsa kita tidak terus tergerus oleh perubahan yang terjadi saat ini.

"Kita hadapi perubahan ini sebagai tantangan. Tinggal bagaimana kita sebagai anak bangsa untuk tetap memiliki konsensus sebagai satu bangsa," ujar Rerie.

Menurut Rerie, yang juga anggota DPR dari Dapil II Jawa Tengah itu, arkeologi berdasarkan catatan Bapak Arkeologi Indonesja, Prof. Mundardjito memiliki banyak peran antara lain bisa sebagai sumber ide dalam pembangunan, sumber simbol budaya bangsa dan bisa menghadirkan berbagai fakta kejayaan bangsa di masa lalu.

Berita Terkait : Idris Laena Ingin Gema MKGR Pahami Nilai Kebangsaan

Merealisasikan sejumlah peran tersebut, ujarnya, menjadi tantangan para arkeolog dalam rangka melestarikan peninggalan-peninggalan budaya  yang ada, baik berupa peninggalan benda maupun tak benda.

Warisan budaya, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai Nasdem itu, harus dimaknai sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia Indonesia sebagai satu bangsa.

Menurut Rerie, manajemen sumber daya kita harus memiliki tata kelola yang baik dan membutuhkan peran arkeologi di dalamnya. "Tujuannya, agar dapat menunjukkan berbagai kejayaan bangsa kita di masa lalu sebagai inspirasi warga negara untuk mewujudkannya kembali di masa kini," pungkasnya. [TIF]