Sebelumnya
Lalu dari Kelurahan Loji, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sejumlah 54 bidang tanah seluas 1.248.885 meter persegi. Di Kelurahan Bendan, Sapuro, dan Krapyak Kidul, Kecamatan Pekalongan Barat dan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, Jawa Tengah sejumlah tiga bidang tanah seluas 2.956 meter persegi.
Selanjutnya, di Kelurahan Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur sejumlah 10 bidang tanah seluas 83.230 meter persegi.
Baca juga : Wanita Ini Terobsesi Bikin Tato Pembunuh Berantai
Terakhir, di Kelurahan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat sejumlah satu bidang tanah seluas 125.360 meter persegi.
Soal utang Grup Texmaco kepada negara, giliran Sri Mulyani yang menjelaskan. Di forum yang sama, Bendahara negara itu menjabarkan keterlibatan Grup Texmaco ngutang ke pemerintah saat krisis 1997-1998. Berawal ketika Grup Texmaco meminjam di bank BUMN, seperti BRI, Mandiri dan BNI serta beberapa bank swasta. Jumlah utangnya adalah Rp 8,068 triliun dan 1,24 juta dolar Amerika Serikat. Serta dari divisi tekstil Rp 5,28 triliun dan 256.590 dolar Singapura. Selain itu, terdapat pinjaman lainnya dalam berbagai mata uang.
Baca juga : Xi Ingatkan Biden, Mendukung Taiwan Sama Artinya Dengan Bermain Api
“Utang tersebut macet saat ada krisis sehingga pada saat bank tersebut bailout pemerintah, maka hak tagih bank pindah ke pemerintah,” urai Sri Mul.
Kata dia, pemerintah dan Satgas BLBI sudah mengundang pemilik Texmaco, yakni Marimutu Sinivasan, untuk memenuhi kewajibannya. Marimutu menghadiri undangan itu, lalu Satgas BLBI pun melaksanakan eksekusi penyitaan aset Texmaco. “Proses ini akan terus berjalan, bahwa Satgas BLBI adalah mengembalikan hak tagih negara,” imbuh dia.
Baca juga : 2022, Menteri Basuki Pastikan Tol Cisumdawu Sudah Beroperasi
Diakui Sri Mul, dalam proses penagihan komunikasi sudah dilakukan berulang kali. Akan tetapi pemerintah melihat tidak ada itikad baik untuk membayar dan pelunasan. Sehingga pemerintah mengambil langkah penyitaan. “Pemerintah melakukan memberikan kesempatan agar perusahaan bisa jalan tapi tidak ada tanda-tanda mau bayar,” tukas dia. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.