BREAKING NEWS
 

Gus Yahya, Eks Jubir Presiden & Wantimpres Yang Kini Jadi Ketum PBNU

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 24 Desember 2021 11:30 WIB
KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Kiprah Global

Tahun 2014, Gus Yahya menjadi salah satu inisiator pendiri institut keagamaan di California, Amerika Serikat yaitu Bayt Ar-Rahmah Li adDa’wa Al-Islamiyah Rahmatan Li Al-alamin, yang mengkaji agama Islam untuk perdamaian dan rahmat alam.

Dia pernah dipercaya menjadi tenaga ahli perumus kebijakan pada Dewan Eksekutif Agama Agama di Amerika Serikat – Indonesia, yang didirikan berdasarkan perjanjian bilateral yang ditandatangani oleh Presiden Obama dan Presiden Jokowi pada Oktober 2015, untuk menjalin kemitraan strategis antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Baca juga : Gus Yahya Unggul Putaran Pertama Pemilihan Ketum PBNU

Gus Yahya juga pernah didaulat sebagai utusan GP Anshor dan PKB untuk jaringan politik tersebar di Eropa dan Dunia, Centrist Democrat International (CD) dan European People’s Party (EPP).

American Jewish Committee (AJC) juga pernah mengundangnya berpidato tentang resolusi konflik keagamaan, dan menawarkan gagasan bernas.

Gus Yahya sering didaulat menjadi pembicara internasional di luar negeri. Juni 2018, Yahya menjadi pembicara dalam forum American Jewish Committee (AJC) di Israel. Dalam forum ini, Gus Yahya menyuarakan menyerukan konsep rahmat, sebagai solusi bagi konflik dunia, termasuk konflik yang disebabkan agama. Ia menawarkan perdamaian dunia melalui jalur-jalur penguatan pemahaman agama yang damai.

Baca juga : Gus Muhaimin Minta Batasan Presidential Threshold Diturunkan Jadi 5-10 Persen

15 Juli lalu, Gus Yahya mendapatkan apresiasi tinggi dari tokoh-tokoh perdamaian dunia dalam perhelatan International Religious Freedom (IRF) Summit di Washington, DC, Amerika Serikat.

Gus Yahya yang mendapatkan apresiasi dari tokoh-tokoh dunia dalam kesempatan tersebut, menyampaikan pidato kunci dengan judul The Rising Tide of Religious Nationalism (Pasang Naik Nasionalisme Religius).

Gus Yahya menjelaskan, dinamika bangkitnya nasionalisme religius merupakan bagian metode untuk pertahanan, ketika suatu kelompok agama yang biasanya merupakan mayoritas di negaranya, merasa terancam secara budaya. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense