Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bicara Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Sri Mulyani Ceria Banget

Jumat, 24 September 2021 07:50 WIB
Menkeu Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN Kita secara vistual, Kamis (23/9/2021). (Foto: Dok. Kemenkeu)
Menkeu Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN Kita secara vistual, Kamis (23/9/2021). (Foto: Dok. Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat alias PPKM berdampak pada bergeliatnya ekonomi. Melihat ekonomi jalan lagi, Menteri Keuangan, Sri Mulyani ceria banget. Dia meramal, ekonomi triwulan III bisa tumbuh 5 persen.

Kemarin, Sri Mulyani menggelar jumpa pers “APBN Kita” secara online. Jumpa pers seperti ini dilakukan Sri Mulyani sebulan sekali untuk membahas perkembangan ekonomi terkini.

Sri Mulyani tampil dengan mengenakan setelan batik coklat. Di depannya terdapat sebuah ipad. Dia tidak hadir sendiri. Ada juga Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan pejabat eselon I.

Berita Terkait : Pembiayaan Utang Agustus Turun 20 Persen, Ini Penyebabnya

Sri Mulyani menjadi pembicara pertama. Pada awal paparannya mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia menjelaskan kondisi penanganan Covid-19 di global dan Indonesia. Dia juga menjelaskan perkembangan vaksinasi.

Setelah itu, Sri Mulyani baru membahas ekonomi. Dia mulai dari kondisi ekonomi global. Kemudian membahas soal Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur, inflasi sampai konsumsi.

“Kalau kita lihat dari data-data yang ada, kuartal III pertumbuhan kita proyeksinya meningkat menjadi 4-5 persen,” ujarnya sambil memperlihatkan data-data ekonomi yang grafiknya terlihat mulai naik lagi.

Berita Terkait : Hadapi Tantangan Ekonomi, Perlu Kerja Sama Lintas Sektor

Membaiknya prediksi pertumbuhan ekonomi itu, menurut Sri Mulyani, memberikan optimisme bahwa pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik lagi di kuartal IV-2021. Asumsinya, varian baru Covid-19 bisa dikendalikan dengan baik.

“Sehingga aktivitas itu tidak harus diinjak rem lagi,” ujar Sri Mulyani.

Menurut dia, pada kuartal III-2021, konsumsi rumah tangga diharapkan akan tumbuh di kisaran 2-2,4 persen. Di sisi lain, konsumsi pemerintah diperkirakan di kisaran -0,9 persen hingga 0,1 persen.
 Selanjutnya