Sebelumnya
Polri juga berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan dengan meneken Memorandum of Understanding (MoU) bersama Kementan, untuk memberikan pendampingan dan pengawalan serta penegakan hukum atas segala permasalahan yang dihadapi oleh para petani.
MoU tersebut mencakup 11 perjanjian kerja sama. Di antaranya, pengamanan dan penegakan hukum terkait dengan kegiatan strategis dan barang milik negara. Kemudian, pendampingan pengamanan kegiatan fasilitas dan diikuti pengembangan holtikultura. Lalu, penegakan hukum di bidang strategis holtikultura, pendampingan dan pengamanan.
Juga, penegakan hukum penyaluran pupuk dan peredaran pestisida. Berikutnya, pendampingan dan pengamanan pengendalian pemotongan hewan ternak. Serta pendampingan intelijen dalam pemotongan hewan ternak. Sigit memastikan, Polri bakal terus meningkatkan dukungan dan pengawalan di sektor pertanian.
Baca juga : Pesan Kapolri: Lebih Baik Kumpul Keluarga Di Rumah Saat Tahun Baru
"Kita harus mampu mewujudkan ketahanan pangan, swasembada pangan, mencukupi kebutuhan pertanian dengan hasil pertanian kita, dan sisanya bisa kita ekspor. Ini cita-cita kita bersama dan kita ingin masa kejayaan pertanian kita kembali. Dan saya yakin bisa terjadi di era saat ini," tegasnya.
Di tengah pandemi Covid-19, Sigit menyebut, pertumbuhan perekonomian Indonesia sempat terdampak. Sektor pertanian, jadi salah satu penyelamat dengan pertumbuhan sebesar 16,24 persen.
"Ini angka besar, tahun 2021 saat pertumbuhan nasional naik di angka 3,31 persen, sektor pertanian 12,92 persen. ini adalah angka menggembirakan dan kita harapkan bisa dipertahankan," imbaunya.
Baca juga : Waspadai Omicron, Mendagri Perintahkan Seluruh Pemda Ketatkan Pengawasan
Sigit meminta semua pihak optimis. Tapi juga, disertai kerja keras dan modernisasi di bidang pertanian. "Sehingga pelan-pelan kebutuhan kita terhadap impor bisa kita kurangi, semua kebutuhan kita, bisa kita lengkapi dari hasil pertanian dan peternakan kita dan ke depan kita harapkan ekspor kita menguasai dunia," harap Sigit.
Sementara itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi Kapolri Jenderal Sigit yang telah menyempatkan waktu untuk hadir dalam acara ini.
Menurutnya, selama ini, jajaran Polri telah ikut mendukung segala program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
Baca juga : Lippo Karawaci Ciptakan Rumah Hemat Energi Ramah Lingkungan
"Terima kasih pak Kapolri sudah datang dan mohon pengarahan serta sekaligus melepas. Di tempat ini Presiden melepas ekspor sama-sama saya, sebelum dia menjadi Presiden. Persis ditempat ini gitu pak, saya masih Gubernur (Sulsel), beliau (Presiden) masih Gubernur DKI. Kami tanda tangan MoU disini. Jadi seperti itu mudah-mudahan ini memberikan energi untuk seluruh Indonesia," harap Syahrul.
Selain meminta seluruh Polres jajaran menanam jagung, Syahrul juga berharap, adanya peran Polri dalam rangka karantina bagi pangan yang masuk maupun ke luar Indonesia. Hal itu mencegah terbawanya hama yang dapat merusak sektor pertanian.
"Saya titip karantina saya pak Kapolri. Insya Allah bersama pak Kapolri sukses selalu. Kepolisian tidak hanya jaga keamanan sekaligus jaga makannya rakyat. Subhanallah," pintanya. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.