BREAKING NEWS
 

Hapus Intoleransi, Moderasi Beragama Harus Jadi Prioritas Di 2022

Reporter : WURYANTO
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 7 Januari 2022 14:45 WIB
Rohaniawan Antonius Benny Susetyo (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Pria kelahiran Malang 10 Oktober 1968 ini juga mengungkapkan pentingnya melakukan pencegahan tindak intoleransi dalam rangka mengembalikan karakter luhur bangsa yang hidup rukun berdampingan dalam bingkai toleransi. Caranya bisa dilakukan dengan dua hal. Pertama, perlu ditegakkan regulasi dan supremasi hukum. “Jadi, kalau ada kasus intoleransi yang tidak sesuai dengan UUD 45 dan Pancasila, harus diproses dan ditindak,” ujarnya.

Kedua, penyelesaian melalui musyawarah mufakat. Yaitu dengan dialog, saling pengertian, saling memahami, yang mendorong kesadaran untuk kembali menjadi saudara sebangsa dan setanah air. “Dengan kesadaran tersebut, akan terbangun kehidupan yang guyub, rukun serta masyarakat dapat meluapkan aksi bela rasa yang lemah dan tersisih, juga menyadari nilai kemanusiaannya,” ungkap pria yang aktif di berbagai dialog antarumat beragama dan kajian-kajian lainnya di Indonesia ini.

Alumni Pasca Sarjana Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Widya Sasana Malang ini juga memandang pentingnya moderasi beragama sebagai jembatan nilai-nilai toleransi. “Moderasi akan menghasilkan umat yang toleran terhadap perbedaan. Moderasi juga menjadi bagian dari ekspresi dari cara berbicara bangsa Indonesia untuk hidup berdampingan,” jelas salah satu pendiri Pergerakan Manusia Merdeka bersama Gus Dur.

Baca juga : Candra Wijaya Harap Bulutangkis RI Terus Cetak Prestasi Di 2024-2028

Benny juga menyampaikan, perlunya program dan upaya yang simultan untuk memaksimalkan program Pemerintah terkait moderasi beragama untuk membangun budaya toleransi di tengah masyarakat. Pertama, strategi percepatan moderasi beragama dapat dimulai dari lingkup pendidikan.

“Melalui pendidikan, Ini dimulai dari pendidikan keluarga yang mana kita mengenalkan bahwa perbedaan itu indah, dan dikenalkan bahwa Indonesia itu terdiri dari berbagai suku, ras dan agama. Lalu juga melalui pendidikan di sekolah,” ujar Romo Benny.

Kedua, memaksimalkan potensi dunia digital. Menurut Benny, dapat dilakukan dengan cara memperbanyak konten moderasi dan praktik kehidupan beragama serta konten dalam konteks budaya dan Pancasila.

Baca juga : Ganjar Puji Indahnya Toleransi Beragama Di Jateng, Vaksinasi Tak Pandang Agama Jadi Contoh

“Sehingga (melalui konten digital), banyak memperkenalkan indahnya keragaman, kerja sama, kolaborasi meskipun berbeda bisa hidup rukun. Banyak praktek positif di berbagai daerah Indonesia yang bisa diangkat,” ungkap Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideology Pancasila (BPIP) ini.

Terakhir, Benny menyampaikan pentingnya dukungan dan peran dari para tokoh agama maupun tokoh masyarakat untuk ikut bergerak mendorong percepatan moderasi beragama di Indonesia untuk mewujudkan 2022 sebagai tahun toleransi dan moderasi beragama.

“Peran tokoh sangat penting, Mereka harus bisa mengaktualisasikan nilai-nilai kemajemukan dan keragaman menjadi hartitus bangsa, artinya dalam khotbahnya harus memberikan kesejukan, komitmen kepada keutuhan hidup berbangsa dan bernegara. Maka tokoh agama menjadi kekuatan besar untuk mempromosikan moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya. [WUR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense