Sebelumnya
Mantan Kapolri ini juga memuji gerak cepat Komisi II DPR yang langsung menggelar rapat dengan KPU dan Bawaslu sehari setelah pelantikan. Seirama dengan komando Presiden: tancap gas!
“DPR juga saya lihat bagus. Karena kemarin dilantik, langsung hari ini (rapat) sebelum reses, hari ini langsung dilaksanakan rapat untuk pembahasan yang lebih teknis,” lanjutnya.
Hal senada juga disampaikan Ketua KPU, Hasyim Asy’ari. Dia memastikan pelaksanaan Pemilu 2024 bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan jadwal. Tidak ada lagi cerita-cerita soal penundaan Pemulu.
“Sudah terjawab dalam kesimpulan bahwa hari pemungutan suara dilaksanakan pada Rabu 14 Februari 2024. Jadi tidak ada lagi cerita tentang yang lain-lain,” tegasnya.
Baca juga : Aji Santoso Maksimalkan Kuota Pemain Muda
Hasyim menyebutkan kepastian pemilu dilaksanakan sesuai dengan jadwal tersebut dapat dipastikan karena ada komitmen dari perwakilan fraksi partai politik dan pemerintah.
“Karena yang ada di sini semua partai politik ada perwakilannya di sini dan juga ada wakil dari pemerintah. Saya rasa itu yang paling penting,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Luqman Hakim sebelum digeser menjadi anggota Komisi IX, menegaskan kalau wacana penundaan pemilu sudah tamat. Keyakinannya itu didasari pada sejumlah indikator, antara lain pernyataan presiden Jokowi yang meminta KPU dan Bawaslu yang baru dilantik Selasa (12/4) lalu segera tancap gas. Meskipun keyakinannya itu bertolak belakang dengan narasi partainya, yakni mendukung penundaan pemilu.
“Semoga sudah finish, sudah dikubur dan sudah dikasih batu nisan,” tutur Luqman lewat sambungan telepon kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : 78 Persen Warga Tolak Pemilu Ditunda
Meskipun wacana penundaan Pemilu 2024 dipastikan sudah almarhum, tetap saja masih ada pihak-pihak yang menaruh curiga. Hal ini terlihat dari masih banyaknya aksi unjuk rasa mahasiswa di berbagai daerah.
Misalnya di Medan, kemarin. Ratusan mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di Medan menggelar unjuk rasa menolak perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu, di depan kantor DPRD Sumatera Utara.
Pimpinan aksi, Muhammad Siddik Al-Hafiz menegaskan bahwa pihaknya menolak keras penundaan pemilu maupun wacana masa jabatab 3 periode. “Karena sangat jelas mengkhianati konstitusi negara,” ucapnya.
Selain itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) juga berencana akan kembali menggelar aksi nasional pada 21 April 2022. Isu yang diusung sama: penolakan wacana penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden .
Baca juga : Asabri Serahkan SRKK Untuk 2 Prajurit TNI Yang Gugur Di Papua
“(aksi 21 April) Iya benar,” kata Ketua BEM UI Bayu Satria.
Sebelum aksi tersebut digelar, pihaknya akan terlebih dahulu menggelar Kongres Rakyat pada 18 April 2022 bersama Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI). “(tuntutan) Masih akan dibahas tanggal 18 (April),” tuturnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.