BREAKING NEWS
 

Prof Azra: Kita Memerlukan Reformasi Jilid II Yang Damai

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ACHMAD ALI FUTHUHIN
Minggu, 22 Mei 2022 08:00 WIB
Prof. Azyumardi Azra. (Foto: Istimewa)

 Sebelumnya 
Pria yang pernah menjadi menteri pada Pemerintahan Orde Baru, dan aktor yang terlibat langsung dalam reformasi 1998 ini menegaskan, hari ini yang bersatu adalah oligarki untuk melawan kekuatan perubahan. “Yang tidak bersatu adalah kekuatan-kekuatan perubahan,”ucapnya.

Mantan Ketua MPR ini mengajak refleksi publik, terutama mahasiswa. Apakah mahasiswa hari ini sama seperti di era 98 atau 65 atau karena oligarki bersatu padu, maka semakin sulit dihadapi.

Baca juga : Membumikan Literasi Lini Masa

Sedangkan Ketua Institut Harkat Negeri, Sudirman Said menggarisbawahi hubungan antara kredibilitas pemimpin dengan reformasi. “Kita merindukan kepemimpinan politik yang kredibel agar bangsa ini tidak mengalami ledakan krisis. Semakin kredibel pemimpin, semakin kita bisa menghindari krisis. Reformasi damai juga lebih mungkin dijalankan dalam situasi masih ada rasa saling percaya,” jelasnya.

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ini mengajukan pertanyaan kritis tentang reformasi sebagai koreksi ketika krisis terjadi.

Baca juga : Wali Kota Balikpapan Apresiasi Gelar Pangan Murah Kementan

“Apabila kinerja pembangunan tidak sesuai dengan tujuan, maka koreksi menjadi hal yang harus dilakukan. Apakah hak koreksi sudah dipenuhi? apakah ada kesempatan melakukan koreksi?”

Pada peringatan dan refleksi 24 tahun reformasi dengan tajuk “Reformasi dan Jalan Keluar Krisis” diselenggarakan oleh Institut Harkat Negeri ini menghadirkan pembicara-pembicara terkemuka yaitu Prof Dr Ginandjar Kartasamita, Prof Dr Azyumardi Azra, Sudirman Said, Dr Helmy Faishal Zaini, Dr Bivitri Susanti, Dr Ninasapti Triaswati, Ferry Juliantono, Silmy Karim, Antonius Joenoes Supit, dan Hendri Satrio. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense