Sebelumnya
“Kami sedang meminta informasi lebih lanjut ke KBRI di Kuala Lumpur,” kata Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah, saat dihubungi, kemarin.
Kantor Staf Presiden (KSP) juga angkat bicara soal pernyataan Mahathir. Deputi V KSP Jaleswari Pramodhawardani menegaskan, Kepulauan Riau adalah milik Indonesia yang sah. Penentuan pun sudah sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.
Baca juga : Ini Kunci Fajar/Rian Juara Indonesia Masters 2022
Ketua Bidang Hubungan Internasional DPP NasDem Martin Manurung menyebut, Mahathir sedang bernostalgia masa lalu sebelum Malaysia terbentuk.
“Kalau saya baca, dengar pernyataan beliau, itu kan bicara masa lalu,” ucapnya, kemarin.
Baca juga : Dijauhi Banteng, Ganjar Makin Mentereng
Menurut Martin, saat berbicara di Rakernas NasDem, pekan lalu, Mahathir juga sempat berbicara tentang hal serupa. Saat itu, Mahathir mengakui wilayah-wilayah kedaulatan Indonesia. “Memang, kalau bicara rumpun, itu serumpun, tapi kan sekarang sudah milik Indonesia,” sebutnya.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad ikut berkomentar. Asar menyindir Mahathir dengan meminta kembali mempelajari mengenai kedaulatan negara. Menurut Ansar, sekelas mantan pemimpin negara seperti Mahathir, seharusnya mengerti mengenai kedaulatan sebuah negara. “Hingga kapan pun, Kepri tetap merupakan bagian dari Indonesia,” tegasnya. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.