BREAKING NEWS
 

Alumni Lemhannas Warning Terorisme & Radikalisme Di Tahun Politik

Agum: Hati-hati, Teror Bisa Terjadi Kapan Saja Dan Di Mana Saja

Reporter & Editor :
RATNA SUSILOWATI
Kamis, 23 Juni 2022 14:44 WIB
Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar saat berbicara di coffee morning IKA Lemhanas, Rabu (22/6), di Jakarta. (Foto: Ratna Susilowati/RM)

 Sebelumnya 
Agum menegaskan, pihaknya tak akan segan bereaksi keras, terhadap mereka yang menciptakan kegaduhan. Kalau punya agenda politik, janganlah teriak-teriak di jalan, memaki pemerintah.

Meskipun tidak ikut menentukan kebijakan, IKAL bisa ikut mempengaruhi dan memberikan usulan kepada pemerintah.

“Kami memang sudah sudah purna tugas, tapi belum purna pengabdian,” katanya.

Situasi sekarang, baru lepas dari ancaman disintegrasi akibat Pemilu 2019. Pernah ada suasana mencekam, polarisasi, pembelahan masyarakat. Bahkan di dalam tubuh TNI dan Polri. Juga di kalangan purnawirawan.

Baca juga : KPK Panggil Dua Manajer Summarecon Agung

“Sekarang, episode itu sudah lewat. 01-02 sudah berakhir. Mari rajut kembali persatuan,” tandas Agum.

Tugas berikutnya, menjaga perjalanan bangsa termasuk mengawal pemerintahan terpilih 2024.

“Mengawal itu jangan diartikan kita berada di dalam lingkaran kekuasaan,” ucapnya.

Sikap kita adalah hati-hati dan mendengar. Kalaupun kritik atau bersikap oposisi, maka konteksnya adalah untuk mengawal.

Baca juga : Usut Kasus Korupsi Bupati Ade, KPK Garap Rachmat Yasin

“Tanpa oposisi, pemerintah otoriter,” cetus Agum.

Dalam menyampaikan kritik, Agum mengingatkan, agar cara menyampaikannya elegan, sesuai norma.

“Jangan dilandasi kebencian kepada pemerintah. Sebab, kalau benci, semua yang dilakukan pemerintah akan dinilai salah,” ujarnya.

Bagaimana sikap IKAL terhadap situasi politik akhir-akhir ini?

Baca juga : Kehilangan PAD Puluhan Miliar, Satpol PP Bongkar Raklame Ilegal di Kota Bandung

Kata Agum, sekarang ini masih terasa ada gonjang ganjing menjelang pencapresan. Padahal dalam proses itu, yang berperan adalah partai politik. Pengkaderan kepemimpinan, ada di parpol.

“Kita nggak bisa ikut campur. Maka kita hanya bisa berharap, semoga parpol bersikap dewasa dalam memilih calon-calonnya,” katanya. ■

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense