Sebelumnya
“Batuk di mana-mana nggak peduli kiri kanannya ada orang. Bikin aturan donk wajib masker biar cepat kelar Covid-19,” sarannya.
Sementara, @rahasianya menolak vaksin booster digunakan untuk melenggang izin keramaian dan perjalanan. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan (prokes) sudah cukup. Apalagi, sekarang sudah tidak dalam kondisi gawat.
Baca juga : Mau Ke Acara Berskala Besar, Jangan Lupa Booster Dulu
“Tidak setuju. Dua kali vaksin sudah cukup. Fokuskan saja pada program yang penting lainnya yang bisa membantu kebutuhan masyarakat pada umumnya. Di bidang ekonomi khususnya,” ungkap @ladyratude.
Akun @agungariefpp mengatakan, vaksin Covid-19 booster akan diminati masyarakat jika mudah didapatkan. Masyarakat bukannya tidak mau booster, tapi mendapatkan vaksin tidak semudah seperti dulu.
Baca juga : Masyarakat Boleh Langsung Booster
“Ada yang berkali-kali ke tempat vaksin, tapi kehabisan stok. Ini yang membuat orang malas vaksin,” ungkapnya.
Akun @rahmitasilma mengaku malah tidak dibolehkan booster, padahal vaksin kedua sudah lama banget. Masalahnya, di aplikasi PeduliLindungi tidak keluar tiket vaksin booster.
Baca juga : Warga Ibu Kota Serbu Sentra Vaksin Booster
“Padahal saya kepingin banget booster dan orang-orang di sekitar saya sudah pada booster,” tuturnya. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.