RM.id Rakyat Merdeka - Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10), menelan korban ratusan jiwa. Usai peristiwa ini, banyak pejabat yang menyampaikan permohonan maaf. Namun, sampai tadi malam, belum ada satu pun pejabat yang berani menyatakan bertanggung jawab penuh dan bilang siap mundur.
Pejabat yang sudah meminta maaf itu, antara lain Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule dan Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana. Iwan Bule menyatakan, sangat menyesalkan tragedi Kanjuruhan tersebut.
"Saya beserta PSSI meminta maaf kepada korban dan sangat menyesalkan insiden ini bisa terjadi. Saya dan tim PSSI sedang menuju ke Malang untuk menemukan gambaran utuh terkait insiden ini," kata Iwan Bule, di akun Instagramnya, kemarin pagi.
Baca juga : Warga Aceh Utara Dorong Firli Jadi Capres
Dia bilang, PSSI turut berbelasungkawa dan telah membentuk tim investigasi untuk mengungkap benang merah tragedi ini. Dia juga menyayangkan perilaku suporter Arema FC. "PSSI menyesalkan tindakan Aremania di Stadion Kanjuruhan," ujar Iwan Bule, di laman PSSI.
Iwan Bule mendukung kepolisian untuk menyelidiki insiden di Stadion Kanjuruhan. Dia juga meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) menunda kompetisi selama sepekan dan melarang Arema FC menjadi tuan rumah di sisa kompetisi.
Seperti Iwan Bule, Gilang Widya Pramana menyatakan, sangat prihatin dengan tragedi itu. "Sebagai Presiden Arema FC, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Malang Raya, yang terdampak atas kejadian ini. Saya sangat prihatin dan mengutuk keras kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan korban jiwa," ujar Gilang, dalam keterangan, kemarin.
Baca juga : Makin Menguat, Warga Bandung Deklarasikan Relawan Saung Ganjar
Gilang menjelaskan, manajemen Arema FC akan memberikan bantuan dan pelayanan maksimal kepada korban luka dan yang meninggal dunia. Pria muda yang dikenal Juragan 99 itu, juga berjanji akan mengusut tuntas tragedi ini.
"Kami juga mendukung penuh pengusutan dan investigasi yang dilakukan pihak kepolisian. Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri sampai ada hasil pengusutan tuntas," pungkasnya.
PT Liga Indonesia Baru (LIB) juga mengaku prihatin dan sangat menyesalkan peristiwa ini. “Kami ikut berduka cita dan semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua,” kata Direktur Utama PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, kemarin.
Baca juga : Bantu Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Perpusnas Gelar Literasi Kopi
Lukita menyatakan, pihaknya akan menghentikan kompetisi Liga 1 2022/2023 selama sepekan. Keputusan tersebut diambil setelah PT Liga mendapatkan arahan dari Ketua Umum PSSI. “Ini kami lakukan untuk menghormati semuanya dan sambil menunggu proses investigasi dari PSSI,” jelasnya.
Presiden Madura United Achsanul Qosasi geregetan. Dia mendesak agar semua pengurus PSSI bertanggung jawab atas peristiwa ini dengan mundur bareng-bareng.
“PSSI wajib bertanggung jawab, dan semua pengurusnya harus Mundur. Sebagai respect terhadap korban dan keluarganya,” tulis Achsanul, di akun Twitter @AchsanulQosasi, kemarin.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.