Fenomena terkait perubahan iklim semakin mengkhawatirkan. Sebagai contoh, terjadinya berbagai macam kekeringan dan gagal panen di Riau, Jawa Tengah, dan Bengkulu (Pojok Iklim, 2017). Selain itu, Indonesia juga menempati pada posisi pertama sebagai negara yang memiliki polusi udata di Asia Tenggara dan mendapat peringkat 17 pada negara paling berpolusi di dunia (Pranita, 2022). Fenomena-fenomena tersebut diakibatkan oleh sedikitnya keberlanjutan lingkungan yang terjadi di Indonesia sehingga memberikan dampak serius untuk masa depan. Berkelanjutan memiliki arti yang luas, yaitu kemampuan untuk melanjutkan sesuatu yang didefinisikan tanpa batasan waktu (Effendi et al., 2018). Dengan begitu, keberlanjutan lingkungan bermakna sebuah sistem yang mengutamakan sumber daya alam (SDA) yang stabil dan menghindari terjadinya eksploitasi SDA (Kotob, 2011). Tanpa adanya keberlanjutan lingkungan, dapat dipastikan dalam beberapa generasi ke depan sumber daya alam di dunia akan habis dan tidak beregenerasi untuk generasi mendatang.

Gambar 1. Korelasi Pertumbuhan Ekonomi dengan Produksi dan Lingkungan (Sumber: Penulis)
Baca juga : Jo Kawin Bocah, Cara Ganjar Pranowo Cegah Stunting Sedari Dini
Korelasi Keberlanjutan dengan Aktivitas Ekonomi

Gambar 2. Tiga Krisis Dunia (Sumber: Penulis)
Semakin banyaknya aktivitas ekonomi dari penduduk maka akan berdampak pada SDA yang semakin banyak digunakan dan dimanfaatkan untuk membuat produk bagi masyarakat (Sukendar, 2013). Kegiatan produksi tersebut menyebabkan eksploitasi secara masif sehingga semakin menipisnya sumber daya alam. Kebutuhan konsumsi material domestik dari tahun 2000 hingga 2019 telah meningkat lebih dari 65 persen secara global. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin banyak SDA yang digunakan dalam memenuhi kebutuhan tersebut (United Nations, 2022). Dengan meningkatkan efisiensi dan efektivitas dari produksi dan konsumsi saat ini, dapat mengurangi tekanan yang diberikan lingkungan sehingga dapat lebih mudah mencapai keberlanjutan lingkungan. Selain itu, secara mengejutkan bahwa saat ini Indonesia membuang sampah makanan sebesar lebih dari 20 ton setiap tahunnya dan berada pada urutan pertama di wilayah Asia Tenggara (GoodStats, 2022). Hal ini dapat dihindari dengan perencanaan yang matang pada keberlanjutan produksi dan konsumsi karena ketidak-berlanjutan pada konsumsi dan produksi merupakan akar masalah dari perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati (United Nations, 2022).

Baca juga : PUPR Mulai Rehabilitasi dan RekonstruksiFasos dan Fasum DI Cianjur
Gambar 3. Data Penggunaan Sampah Plastik dan Styrofoam (Sumber: Penulis)
Permasalahan terkait konsumsi dan produksi yang ketidak-berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada permasalahan degradasi lingkungan saja tetapi juga pada polusi dan sampah yang dihasilkan dari pemakaian produk yang tidak berkelanjutan seperti plastik dan styrofoam. Dapat dilihat melalui melalui data yang dipaparkan bahwa penggunaan plastik dan styrofoam seringkali digunakan walaupun memiliki pengetahuan terkait bahaya plastik (Hidayat, 2020). Aktivitas ekonomi yang padat juga tercermin dalam penggunaan kendaraan yang terus meningkat di Indonesia. Saat ini Indonesia baru mencapai sekitar 12% dalam pemanfaatan energi terbarukan pada tahun 2021 (Badan Pusat Statistik, 2021) sehingga masih dapat ditingkatkan untuk segera mencapai nol emisi karbon pada tahun 2060 (Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, 2022). Pemanfaatan batu bara dan minyak sempat turun pada saat pandemi pada tahun 2020 tetapi kembali naik kembali setelah permintaan menaik kembali pada situasi post-pandemic (United Nations, 2022). Seluruh komponen yang ada di Indonesia dimulai dari masyarakat hingga pemerintah harus berkolaborasi dan terintegrasi untuk menjawab pertanyaan terkait keberlanjutan lingkungan.
Segmentasi Solusi Keberlanjutan Lingkungan pada Produksi dan Konsumsi

Gambar 4. Segmentasi Solusi Keberlanjutan Produksi dan Konsumsi (Sumber: Penulis)
Baca juga : Ganjar Pamerkan Keunggulan Sport Tourism Di Gunung Lawu
Dari sisi konsumen dapat dilakukan pencegahan konsumsi dan produksi ketidak-berkelanjutan dengan hanya mengkonsumsi makanan yang berkelanjutan seperti makanan organik atau makanan yang ditumbuhkan di rumah (United Nations, 2022). Salah satunya dengan memanfaatkan konsep urban farming di rumah dapat menghemat lahan dan membangun ekosistem yang berkelanjutan. Secara umum, urban farming memiliki pengertian sebagai pertanian di perkotaan yang ditujukan untuk penyediaan bahan pangan secara mandiri bagi rumah tangga (Sedana, 2020). Urban farming dapat dilakukan pada lahan kosong di perkotaan atau dapat dipadukan dengan vertical farming dimana pertanian memanfaatkan ruang vertikal, bukan horizontal. Sebagai contoh di Jepang, mampu mengubah gedung perkantoran menjadi tempat bertani dengan konsep vertical farming dengan luas hingga 1000 kaki persegi tanaman padi yang berhasil dikelola dalam gedung tersebut (Full Drone Solutions, 2020).
Dari sisi pemerintah dapat diberlakukan beberapa kebijakan yang mendukung dari keberlanjutan konsumsi dan produksi di Indonesia seperti melakukan integrasi dari Peraturan Kementerian Pendidikan, kurikulum, edukasi guru, dan penilaian murid (United Nations, 2022). Dengan adanya integrasi dari 4 hal tersebut dapat menghasilkan generasi muda yang hijau serta memiliki green mindset dalam kehidupan mereka karena generasi muda adalah masa depan negara. Pemerintah dapat mengadopsi peraturan pada Uni Eropa yang menerapkan berbagai kebijakan subsidi pada produk keberlanjutan dan pajak tambahan pada produk tidak-berlanjutan (Svenfelt et al., 2022). Subsidi dan pajak ini bukan hanya pada kendaraan atau mesin saja tetapi pada makanan yang proses produksinya tidak berkelanjutan dapat dikenai pajak tambahan. Label pada makanan dapat juga mendukung keberlanjutan lingkungan dengan memasang label positif pada makanan berkelanjutan dan label negatif pada makanan yang tidak berkelanjutan (Svenfelt et al., 2022). Hal ini dapat mengedukasi masyarakat di Indonesia secara tidak langsung dengan perlahan merubah pola pikir dan psikologi masyarakat agar memilih produk hijau dan berkelanjutan.
Dari sisi teknologi, para pelaku bisnis dapat menggunakan berbagai macam teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas untuk mendukung keberlanjutan produksi. Sebagai contoh dengan menerapkan proses Big Data pada saat produksi produk, pelaku bisnis dapat memprediksi serta personalisasi kebutuhan konsumen sehingga di satu sisi meningkatkan value dari perusahaan dan juga menghemat bahan produksi (Accenture, 2022). Selain itu, dapat menerapkan User Interface (UI) dan User Experience (UX) hijau dengan cara memasang fitur night mode pada seluruh aplikasi. Menurut riset, penggunaan fitur night mode dapat menghemat hingga 63 persen kekuatan layar yang berdampak pada penghematan energi (Accenture, 2022).
Terakhir adalah dengan menerapkan infrastruktur hijau, pada kondisi saat ini hanya 17 persen dari e-waste atau barang-barang elektronik yang sudah dipakai dikumpulkan untuk didaur ulang dan kebanyakan organisasi hanya mendaur ulang 10 persen dari perangkat keras di perusahaan (Accenture, 2022). Perusahaan dapat mengurangi konsumsi energi secara signifikan dengan mendaur ulang perangkat elektronik secara hijau dan bertanggung jawab, sebagai contoh pada Google dengan menggunakan rantai nilai melingkar pada perangkat keras mereka.
Secara kesimpulan, untuk menerapkan prinsip keberlanjutan lingkungan tentu melibatkan banyak faktor dan aspek yang sangat luas. Salah satunya adalah terkait konsumsi dan produksi pada aktivitas ekonomi. Keberlanjutan konsumsi dan produksi pada aktivitas ekonomi selama ini kurang memperhatikan faktor keberlanjutan lingkungan. Melalui solusi inovatif dan komprehensif, diiringi dengan kesadaran dan kemauan oleh berbagai entitas yang terlibat dalam aktivitas ekonomi, diharapkan menjadi terobosan baru untuk pola interaksi manusia dengan lingkungan untuk masa yang akan datang.
Powered by Froala Editor
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.