Dewan Pers

Dark/Light Mode

Jo Kawin Bocah, Cara Ganjar Pranowo Cegah Stunting Sedari Dini

Kamis, 8 Desember 2022 12:06 WIB
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mensosialisasikan gerakan Jo Kawin Bocah ke sekitar 425 siswi SMPN 1 Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jateng, Kamis (8/12). (Foto: Ist)
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mensosialisasikan gerakan Jo Kawin Bocah ke sekitar 425 siswi SMPN 1 Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jateng, Kamis (8/12). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mensosialisasikan gerakan 'Jo Kawin Bocah' ke sekitar 425 siswi SMPN 1 Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jateng. Sosialisasi ini bertujuan untuk mencegah stunting jauh sedari dini. 

"Pencegahan sedari dini menurut saya bagus sekali. Kalau orang biasanya mau menikah baru dicek, ini jauh. Bahkan jauh sebelum usia menikah saja, mereka sudah dipersiapkan," kata Ganjar di lokasi, Kamis (8/12). 

"Maka tadi saya sampaikan sekaligus kepada mereka 'Jo Kawin Bocah'. Jangan menikah dini agar mereka siap dari segala banyak hal. Kalau dia punya kesadaran itu, ini akan berjalan lancar," sambungnya. 

Berita Terkait : Bantu Korban Banjir Pati, Mak Ganjar Jawa Tengah Bagikan Ratusan Paket Makan Malam

Menurut Ganjar, di samping menghindari pernikahan dini, salah satu langkah konkret mencegah stunting adalah mengonsumsi pil penambah darah. Ganjar menjelaskan, sebagian di antara siswi SMP yang mulai menstruasi mengalami anemia. 

Maka dari itu, Ganjar juga mensosialisasikan terkait pil penambah darah ini ke ratausan siswi di lokasi. Ganjar mengatakan, pil tersebut perlu dikonsumsi rutin agar remaja putri tetap sehat. 

"Itu diminta untuk minum pil penambah darah setiap minggu sehingga betul-betul disiapkan sebagai seorang ibu kelak dan betul-betul sejak dini remaja-remaja putri itu menjadi sehat," tuturnya. 

Berita Terkait : Dukungan Ganjar Pranowo Presiden Kita Membahana Di Kota Serdang Bedagai

Ganjar mengatakan, sosialisai ini merupakan langkah yang efektif agar para siswi mengetahui edukasi-edukasi terkait stunting dan pernikahan dini. Ganjar berharap, pencegahan dini sedari dini ini bisa berhasil. 

"Saya kira ini contoh yang cukup bagus, yang real, yang konkrit yang jauh dipersiapkan jauh hari sebelumnya, sebelum mereka nanti memasuki masa perkawinan," kata Ganjar. 

Sebagai informasi, Ganjar berhasil menurunkan angka stunting di Jateng melalui berbagai sosialisasi. Ganjar menurunkan angka menjadi 31 persen pada 2018, dan menjadi 19,9 persen pada 2021. Ganjar pun menargetkan penurunan angka stunting sebanyak 3,5 persen per tahun.