RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Andi Sudirman menjadi salah satu kepala daerah yang sukses mendorong peningkatan perekonomian di wilayah yang dipimpinnya.
Tidak hanya sukses meningkatkan produktivitas pertanian di Sulsel, Andi Sudirman juga berhasil menekan inflasi dan mendorong investasi dalam jumlah besar ke Sulsel.
Andi Sudirman mengatakan, salah satu kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam mendorong kemudahan berinvestasi adalah dengan memfasilitasi feasibility study (FS) atau studi kelayakan pengembangan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA).
Studi kelayakan ini ini digodok oleh Pemprov Sulsel sejak tahun 2021 dengan bermodalkan anggaran Rp 650 juta, namun sukses mendulang investasi ratusan triliun dari luar negeri.
Salah satunya investor dari Inggris dengan nilai investasi kurang lebih sekitar 9 miliar dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 135 triliun (kurs Rp 15.000).
"Kita alokasikan Rp 650 Juta untuk studi kelayakan pengembangan KIBA. Kini investor melirik dengan nilai investasi Rp 135 triliun," kata Gubernur Andi Sudirman, pekan lalu.
Baca juga : Survei IPO: Elektabilitas PAN Geser PKS, Dampak Kinerja Positif Mendag Zulhas
Andi menuturkan, hasil studi kelayakan ini memberikan jaminan bagi investor untuk ikut terlibat dalam investasi di KIBA. Masuknya investasi ini, tentu akan mendatangkan manfaat besar bagi perekonomian di Sulsel.
"Sehingga nantinya membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Dia pun berpesan agar para investor nantinya lebih memprioritaskan lapangan kerja bagi masyarakat Sulsel untuk investasinya. Termasuk juga memastikan investasi yang dijalankan tetap menjaga kelestarian lingkungan.
Selain sukses mendulang investasi, Gubernur Andi juga sukses meningkatkan produktivitas pertanian bagi masyarakat Sulsel dan menekan inflasi. Atas keberhasilannya tersebut, Andi Sudirman meraih penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Jokowi.
Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mewakili Presiden Jokowi saat penganugerahan penghargaan tersebut dalam Pekan Nasional XVI Tani dan Nelayan di Padang, Sumatera Barat.
Sebelumnya, Gubernur Sulsel juga menerima penghargaan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarim sebagai Pemerintah Daerah Transformatif Tingkat Provinsi Sub Kategori Transformasi SDM Pendidikan.
Baca juga : Bamsoet Dorong Permenhub Kustomisasi Kendaraan Bermotor Segera Terbit
Berikutnya, penghargaan dari Menteri Sosial Tri Rismaharini atas atas peran dan kontribusi Pemprov Sulsel dalam penanganan korban bencana di Sulsel, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas laporan keuangan Pemprov Sulsel Tahun 2023.
Selain itu sukses mendorong pengentasan daerah tertinggal di Sulawesi Selatan yang sebelumnya 38 desa sangat tertinggal di tahun 2021, kini menyisakan 11 desa di tahun 2022 melalui pembangunan infrastruktur dan peningkatan tingkat pendapatan masyarakat desa.
Sementara itu, anggota Komisi XI DPR Muhidin Mohamad Said mengatakan Sulsel merupakan daerah yang sukses dalam meningkatkan produksi pangan, mengendalikan inflasi dan menggerakkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Sehingga hasilnya, ekonomi masyarakat di Sulsel tumbuh dengan sangat baik. Menurutnya, tumbuh pesatnya perekonomian di Sulsel tidak lepas dari kerjasama dan sinergitas yang dibangun cukup baik antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP).
"Selain itu, pertumbuhan ekonomi di Sulsel juga meningkat. Ekonomi yang tumbuh dengan baik ini karena pangan yang terkendali dan juga ditopang oleh Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) setempat," ujarnya saat memimpin kunjungan kerja spesifik ke Sulsel, kemarin.
Muhidin mengatakan, tumbuh baiknya sektor UMKM di Sulsel juga karena adanya dukungan Bank Indonesia dalam program pembinaan UMKM melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).
Baca juga : Intip Yuk! 6 Kota Tertua di Dunia, Berikut Sejarah dan Keajaibannya
Sehingga hasilnya sudah ada UMKM yang mampu tembus pasar ekspor, baik makanan, tekstil dan lainnya. "Ini tentunya sangat membantu untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.
Anggota IV BPK Pius Lustrilanang memberikan apresiasi atas capaian opini WTP yang diraih Pemprov Sulsel atas Laporan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2022.
Dia pun memastikan pencapaian Opini WTP ini melalui proses pemeriksaan yang memadai, pengujian atas kewajaran nilai-nilai yang disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan berdasarkan standar akutansi pemerintah dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dan implementasi sistem pengendalian intern.
"Saya ucapkan selamat dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemprov Sulsel atas capaian keberhasilan ini. Semoga selalu dapat dipertahankan pada tahun-tahun mendatang," harap Pius. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.