BREAKING NEWS
 

Dari Pertemuan Jokowi Dengan Pemimpin Media Nasional

Siapa Capres Yang Punya Napas Panjang

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 11 Agustus 2023 08:00 WIB
Presiden Jokowi saat bertemu dengan 18 pemimpin media massa nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (10/8/2023). (Foto: BPMI Setpres)

 Sebelumnya 
Menurutnya, membangun kota itu baiknya tematik. Jangan seragam. Masing-masing kota harusnya punya kekhasan. Misalnya, Solo identik dengan event. Harusnya ada kota ikan, kota pisang, dan seterusnya. Di Amerika, South Carolina, ada kota yang identik dengan lapangan golf. “Satu kota bisa ada lebih 50 lapangan golf,” ujarnya. Ada lagi kota mebel. Seperti di High Point California, di mana setiap tahun seluruh pemebel datang ke sana untuk melihat trend.

“Berarti kalau Gibran jadi cawapres direstui ya Pak?” tanya salah satu pemred lagi. Presiden bilang, soal-soal seperti itu tidak pernah dibahas di keluarga. “Tanyakan saja ke yang di Solo,” kata Presiden.

Bahkan soal Kaesang pun, Presiden ringan saja menjawabnya. “Sudahlah, dia jualan pisang saja.”

Baca juga : Jokowi Ingin Pemimpin Selanjutnya Mampu Lari Maraton, Kode Dukung Ganjar?

Suasana pertemuan memang sangat cair. Tidak formal. Pembicaraan santai saja.

Sambil paparan, Presiden juga berkenan ditanyai, atau diceletuki. Bahkan saling canda sampai tertawa ngakak-ngakak.

Tentang kondisi ekonomi, Presiden menyatakan surprise setelah melihat data. Pertumbuhan mencapai 5,17 persen. Padahal banyak yang meramalkan angkanya akan ada di kisaran 4,9-5,08 persen. “Ini adalah sesuatu. Saya senang,” katanya.

Adsense

Baca juga : Usahid Gandeng Uzbekistan Kembangkan Pariwisata Nasional dan Internasional

Di wilayah yang terdapat industri hilirisasi, pertumbuhan ekonominya naik signifikan. Seperti di Maluku Utara, yang bisa mencapai 23 persen, akibat ada industri hilirisasi nikel. Presiden juga menyebut daerah lain, seperti Sulawesi dan Papua yang pertumbuhannya di atas 6 persen.

“Data-data ini membuat kita optimis. Negara lain dalam kondisi sulit. Di antara negara G20, hanya tiga yang pertumbuhannya bagus yaitu China, India dan Indonesia,” katanya.

Hilirisasi ini penting. Meskipun saat ini Indonesia digugat Uni Eropa, lalu dihambat sejumlah negara lain. Tapi harus maju terus. “Ini perlu keberanian. Jangan sampai hilirisasi berhenti,” katanya.

Baca juga : Sahroni: Batas Minimal Usia Capres Cawapres 35 Tahun Tak Masalah

Konsistensi ini dibutuhkan. “Hitungan saya, kalau kita konsisten terus seperti ini dalam kurun 15 tahun, tolong dihitung income per capita kita akan naik berapa. Saya yakin di atas 10.000 USD. Artinya sudah masuk ke (kategori) negara maju,” kata Presiden.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense