RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa menilai masa kampanye Capres-Cawapres akan diwarnai dengan penegasan terhadap pembangunan identitas politik, melalui konsentrasi isu.
"Isu-isu ini kan menjadi gimik politik, sekaligus alat mereka untuk menaikkan elektabilitas dan branding yang kemudian menjadi identitas politik," kata Herry, Kamis (30/11/2023).
Sebelumnya, Capres Ganjar Pranowo mempromosikan program kerja 1 Desa 1 Faskes saat memulai kampanye perdananya di Merauke, Papua, Selasa (28/11/2023). Sedangkan Cawapres pendampingnya, Mahfud MD mengungkapkan program unggulan berupa insentif untuk guru mengaji.
Baca juga : Ray Rangkuti: Panja Netralitas Polri Untuk Jaga-jaga
"Kalau menurut saya ini gaya masing-masing Capres-Cawapres. Isu-isu yang mereka bangun dan bawa ya sesuai dengan tema," terangnya.
Herry melihat yang terpenting dalam narasi kampanye program setiap paslon adalah substansi.
"Yang terpenting adalah substansinya. Mas Ganjar berbicara tentang desa, tentunya itu akan kontinuitas apa yang dibangun oleh Presiden Jokowi di desa, dana desa dan lain sebagainya," tambah dia.
Konsentrasi Ganjar pada isu desa dinilai menjadi upaya untuk memunculkan citra dan identitas sebagai Capres pro desa.
Baca juga : Ini Respons Pegiat Demokrasi Soal Pidato Mega Di Rakornas Relawan Ganjar-Mahfud
"Ganjar kalau konsen ke desa ya itu akan terus digarap. Saya kira itu wajar-wajar saja seandainya ditafsirkan sebagai gimik politik sekaligus identitas presiden itu ke depan," tegasnya.
Herry menambahkan Ganjar-Mahfud juga membawa semangat untuk melanjutkan kebijakan-kebijakan positif dari pemerintahan saat ini. "Dan itu kontinuitas. Ini prinsip bagaimana apa yang terbaik dari Presiden Jokowi itu dilanjutkan oleh Ganjar-Mahfud MD," sambungnya.
Herry menuturkan masa kampanye ini akan menjadi peneguhan identitas politik dari setiap paslon yang selama ini masih belum terbaca oleh publik.
Baca juga : Erwin Usman Jadi Direktur Eksekutif II Direktorat Relawan TPN Ganjar-Mahfud
"Selama ini kita mungkin bisa lihat belum tampak Capres atau Cawapres arahnya ke mana, konsen ke mana, spesialisasi di mana," tutup dia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.