BREAKING NEWS
 

Gunung Lewotobi Kini Level IV

Perhatian, Perhatian, Gunung Marapi Di Sumbar Naik Status Jadi Siaga

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 10 Januari 2024 08:48 WIB
Gunung Marapi di Sumatera Barat. (Foto: PVMBG)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah meningkatkan status Gunungapi Lewotobi Laki-Laki dari Level III (Waspada) ke Level IV (Awas), Rabu (10/1) pagi ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan status Gunung Marapi di Sumatera Barat, dari Level II (Waspada) ke Level III (Siaga) terhitung 9 Januari 2024 pukul 18.00 WIB.

Terkait hal tersebut, Kepala PVMBG Hendra Gunawan meminta masyarakat, agar tidak melakukan kegiatan dalam radius 4,5 km dari kawah, mengingat adanya potensi bahaya dari gas-gas vulkanik beracun seperti gas CO2, CO, SO2, dan H2S di area kawah/puncak Gunung Marapi.

"PVMBG menaikkan status Gunung Marapi dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung tanggal 9 Januari 2024 pukul 18:00 WIB dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi/ancaman bahaya terkini,"ujar Hendra, Rabu (10/1/2024).

Peningkatan status Gunung Marapi dilakukan dengan mempertimbangkan aktivitas vulkanik, berdasarkan pengamatan instrumental dan data kegempaan dalam interval waktu 1 - 8 Januari 2024.

Setelah 3 Desember 2023, erupsi lanjutan masih berlangsung hingga saat ini. Jumlah erupsi harian cenderung menurun. Namun sebaliknya, jumlah gempa Low Frequency dan Vulkanik Dalam (VA) cenderung meningkat.

Ini mengindikasikan pasokan magma dari kedalaman masih terjadi, dan cenderung meningkat.

Baca juga : Ini Penjelasan PVMBG Soal Erupsi Eksplosif Gunung Marapi Di Sumbar

Hal ini juga terlihat dari grafik baseline RSAM yang masih di atas normal, dan data tiltmeter yang cenderung mendatar.

Hendra menjelaskan, pertimbangan lain untuk meningkatkan status Gunung Marapi adalah aktivitas erupsi yang teramati secara visual, terekamnya gempa erupsi, dan gempa hembusan yang disertai dengan tremor dan menerus.  

Ini menunjukkan aktivitas Gunung Marapi masih tergolong tinggi dan laju emisi (fluks) gas SO2 yang dihasilkan dari aktivitas G. Marapi, juga tergolong tinggi.

"Kondisi tersebut dapat berpotensi menyebabkan terjadinya akumulasi tekanan di dalam tubuh gunung api, yang dapat menyebabkan terjadinya erupsi dengan energi yang meningkat. Jangkauan lontaran material pijar bisa menjadi lebih jauh dari pusat erupsi," papar Hendra.

Adsense

Dia pun meminta masyarakat mewaspadai potensi/ancaman bahaya Gunung Marap yang lebih luas.

Jika pasokan magma dari kedalaman terus berlangsung dan cenderung meningkat, erupsi dapat terjadi dengan energi yang lebih besar, dengan potensi/ancaman bahaya dari lontaran material vulkanik berukuran batu (bom), lapili, atau pasir. Lontaran material tersebut diperkirakan dapat menjangkau wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi/Kawah Verbeek.

Baca juga : Penjarahan TBS Sawit Kian Meresahkan, Petani Rugi Ratusan Juta Rupiah

Sementara potensi/ancaman dari abu erupsi dapat menyebar lebih luas/jauh, tergantung pada arah dan kecepatan angin.

Material erupsi yang jatuh dan terendapkan di bagian puncak dan lereng Gunung Marapi dapat menjadi lahar, saat bercampur dengan air hujan.

Karena itu, terdapat potensi bahaya dari aliran/banjir lahar pada lembah/aliran sungai, yang berhulu di bagian puncak Gunung Marapi.

Selain itu, juga ada potensi bahaya dari gas-gas vulkanik beracun seperti gas CO2, CO, SO2, dan H2S di area kawah/puncak G. Marapi.

Mengingat Gunung Marapi saat ini berstatus Level III (Siaga), PVMBG merekomendasikan masyarakat, pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 4,5 km dari pusat erupsi (Kawah Verbeek) Gunung Marapi. 

Penduduk yang bermukim di sekitar lembah/aliran/bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi, diminta  agar selalu mewaspadai potensi/ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi. Terutama di musim hujan.

Baca juga : Ganjar Creasi Adakan Pelatihan Pengelasan Bagi Masyarakat Sidoarjo

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA), serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Di samping itu, masyarakat juga diminta mengamankan sarana air bersih, serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang tebal, agar tidak roboh.

PVMBG terus memonitor perkembangan aktivitas Gunung Marapi. Untuk mendapatkan informasi yang akurat terkait dengan perkembangan Gunung Marapi, masyarakat, instansi pemerintah, maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan aktivitas maupun rekomendasi Gunung Marapi melalui aplikasi android Magma Indonesia, website Magma Indonesia (https://vsi.esdm.go.id atau https://magma.esdm.go.id), dan media sosial PVMBG (facebook, twitter, dan instagram). 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense