RM.id Rakyat Merdeka - Keberhasilan Indonesia untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusianya (SDM).
Untuk mencetak SDM berkualitas yang mampu mendukung terwujudnya cita-cita Indonesia Emas 2045, pada pertengahan Mei 2024, President University (Presuniv) meluncurkan program Helping Leaders.
Rektor Presuniv Handa S. Abidin, mengungkapkan, program Helping Leaders ini ditujukan bagi lulusan SMA yang memiliki keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, tetapi menghadapi kesulitan pembiayaan.
"Bagi mereka yang ingin melanjutkan kuliahnya di Presuniv, hanya terkendala masalah dana, silakan ikut program Helping Leaders," ujar Handa dalam keterangannya, Selasa (11/6/2024).
Menurutnya, program ini sejalan dengan visi pendiri Presuniv yang juga Chairman Grup Jababeka, SD Darmono, agar anak-anak muda dari seluruh Indonesia bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
Baca juga : Unicharm Luncurkan 3 Kategori Produk Edisi Terbatas Gunakan Bio Material
“Presuniv harus membantu anak-anak muda dari berbagai daerah agar bisa kuliah,”ujarnya.
Menurut Handa, Pak Darmono juga berharap agar setelah lulus kuliah dan memiliki pengalaman kerja atau berbisnis, anak-muda tersebut bisa ikut membangun daerahnya.
Dengan cara seperti itu, Presuniv ikut berkontribusi dalam membangun daerah-daerah di seluruh Indonesia.
Lebih lanjut Handa mengatakan, Helping Leaders ditujukan untuk calon mahasiswa dari mana pun untuk mendaftar menjadi mahasiswa dan mengikuti perkuliahan di Presuniv.
Selama masa perkuliahan, mereka tidak perlu membayar biaya kuliah atau tuition fee. Menurutnya biaya kuliah yang ditanggung adalah selama masa kuliahnya normal.
Baca juga : Program Co-firing Biomassa PLTU Dongkrak Ekonomi Masyarakat
Jika sampai melebihi batas waktu perkuliahan normal, penerima program Helping Leaders harus menanggung sendiri biaya kuliahnya.
“Penetapan batas waktu ini untuk mendorong calon-calon mahasiswa agar memiliki komitmen yang kuat untuk menyelesaikan kuliahnya tepat waktu,” ucap Handa.
Selain membebaskan biaya kuliah, lanjut Handa, selama tahun pertama, mereka juga dibebaskan dari kewajiban untuk membayar biaya asrama. Sebagai informasi, Presuniv mewajibkan mahasiswa tahun pertama untuk tinggal di asrama.
“Mahasiswa Presuniv datang dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia. Bahkan, sebagian di antaranya dari luar negeri. Mereka sengaja kami tempatkan dalam satu asrama untuk berinteraksi satu lain," ujar Handa.
Dengan cara seperti itu, sejak dini mahasiswa Presuniv diajak untuk mengembangkan sikap toleran, mau saling memahami, dan terbuka terhadap perbedaan budaya, kebiasaan dan tradisi.
Baca juga : Dari Qatar Terbang Ke Sumbar, Prabowo Berikan Bantuan Bagi Korban Banjir Bandang
Lebih lanjut Handa menjelaskan bahwa program Helping Leaders ini berlaku untuk tiga program studi (Prodi), yakni Prodi Agribisnis dan Prodi Aktuaria, keduanya bernaung di bawah Fakultas Bisnis, dan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang berada di bawah Fakultas Humaniora.
Dengan ikut program Helping Leaders, menurut Handa, mahasiswa yang telah lulus seleksi bisa langsung kuliah.
"Uang kuliahnya nanti dicicil enam bulan setelah mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan lulus. Cicilannya pun tanpa dikenakan suku bunga, bunga alias nol persen," pungkas Handa.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.