RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Luar Negeri (Pusdiklat Kemlu) membuat inisiatif program pengembangan kapasitas Museum Siwalima di Kota Ambon dalam bentuk diskusi dan pelatihan. Pengembangan kapasitas ini bukan hanya untuk menambah pengetahuan terkait kurasi, edukasi, konservasi, dan penataan serta pemeliharaan koleksi museum, melainkan juga mengidentifikasi pengelolaan dan penanganan masalah yang sedang dihadapi Museum Siwalima.
Melibatkan kolaborasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Maluku, serta Museum Siwalima, Pusdiklat Kemlu mendukung rencana revitalisasi Museum Siwalima melalui perspektif pengembangan Sumber Daya Manusia.
“Kemlu adalah bridge builder yang mengumpulkan seluruh pihak terkait untuk membangun kerja sama yang berdampak bagi masyarakat. Kegiatan pelatihan ini adalah baby step untuk meningkatkan kapasitas manusia agar museum dapat dikembalikan fungsinya menjadi pusat pelestarian budaya dan sejarah bagi generasi penerus bangsa dan kembali menjadi daya tarik wisata utama bagi wisatawan domestik maupun luar negeri," tegas Tubagus Edwin Suchranudin, Direktur Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) Kementerian Luar Negeri, dalam keterangan tertulis, Minggu (16/6/2024).
Baca juga : PBNU: Dukung Palestina, Tapi Jangan Sampai Bakar Kedubes Dan Gaungkan Khilafah
Museum Siwalima pernah mengalami masa kejayaannya pada tahun 70-an. Setelah bertahun-tahun kemudian, fasilitas museum telah usang dimakan waktu dan membutuhkan ragam sentuhan inovasi dan teknologi, termasuk peningkatan capacity building. Oleh karenanya, selain ditujukan bagi pegawai museum, pelatihan ini melibatkan Dinas Kebudayaan Pemerintah Provinsi Maluku dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Sejarah Universitas Pattimura. Partisipasi mahasiswa dinilai sebagai bagian dari keterlibatan publik untuk menumbuhkan rasa cinta kepada museum sehingga memicu tumbuhnya komunitas pemerhati museum yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan-kegiatan museum di masa mendatang.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, Dr. Ir. Insun Sangadji, M.Si, menyampaikan pentingnya kolaborasi sinergi dari berbagai pihak, terdiri dari unsur pemerintah, universitas, masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan guna membangun sektor pendidikan dan kebudayaan di negeri yang dahulu dikenal sebagai pusat pembudidayaan dan perdagangan rempah pada abad ke-16. Lebih lanjut Dr. Insun meyakini bahwa pelatihan yang digagas oleh peserta Sekolah Staf Dinas Luar Negeri Pusdiklat Kemlu akan menjadi bekal perencanaan kegiatan museum yang inovatif dan kreatif.
Diawali dengan sesi diskusi, kegiatan ini memadukan konsep pertukaran gagasan dan pendapat tentang upaya memajukan museum dan mengembalikan perspektif museum di masa kini. Hadir pembicara dari Museum Moluks di Belanda, sebuah museum yang memiliki koleksi peninggalan budaya orang Maluku di Belanda, dan menyampaikan tentang jalinan pertalian sejarah orang Maluku di Indonesia dan di luar negeri. Dengan demikian, kedua museum memiliki potensi kerja sama yang dapat dieksplorasi. Lebih lanjut, kerja sama antara kedua museum akan diwujudkan melalui kegiatan konkret berupa peningkatan capacity building dan kerja sama internasional lainnya guna meningkatkan eksposur bagi Museum Siwalima.
Baca juga : SIM Keliling Tangerang Kota Kamis 13 Juni, Cek Di Sini Lokasinya
Kegiatan selanjutnya berupa pelatihan teknis oleh tim kurator dan pamong budaya dari Unit Museum dan Cagar Budaya Kemendikbudristek mengenai perbaikan dan pemeliharaan koleksi museum. Tim juga melakukan tinjauan penyimpanan koleksi Museum Siwalima yang terdiri dari koleksi etnografi, geologika, biologika dan hasil karya budaya manusia. Total koleksi Museum Siwalima Ambon berjumlah 5.347 benda bersejarah.
Kepala Museum Siwalima, Darwin Lawalata menyambut positif kegiatan pelatihan yang kali pertama diadakan bagi seluruh pegawai museum bahkan melibatkan banyak pihak.
“Selama ini para kurator, edukator, konservator, register dan penata pamer di Museum Siwalima telah bekerja keras untuk menjaga benda bersejarah ini, meskipun dengan keterbatasan SDM dan pengetahuan. Mereka mengandalkan pengalaman dan bahan-bahan alami yang tersedia”, ungkapnya. Dengan adanya pelatihan ini, semangat dan motivasi untuk memperbaiki museum mulai bangkit kembali, bahkan Museum Siwalima berencana untuk terus menjalin kerja sama di dalam dan luar negeri.
Baca juga : Menperin Genjot Kualitas SDM Industri Alat Berat
Kegiatan peningkatan kapasitas museum ini diharapkan juga dapat memperkuat pemahaman bersama bahwa Maluku adalah salah satu episentrum perkembangan peradaban bangsa Indonesia. Kepulauan Maluku sudah sejak lama terkenal sebagai sumber rempah-rempah dalam perdagangan internasional, jauh sebelum Republik Indonesia berdiri. Dari sisi kebudayaan, Maluku juga memiliki keragaman budaya yang juga dapat dimaksimalkan menjadi katalisator untuk mempercepat pembangunan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, peningkatan kualitas Museum Siwalima menjadi penting karena fungsinya sebagai simpul budaya dan sejarah masyarakat Maluku.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.