RM.id Rakyat Merdeka - Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Ijen yang terletak di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur dari Level I (normal) ke Level II (waspada), terhitung Jumat (12/7/2024) pukul 22.00 WIB.
PVMBG melaporkan, dalam periode 1 Januari 2024 – 12 Juli 2024, Gunung Ijen terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah berwarna putih dan kelabu, dengan intensitas tipis tinggi 50-300 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga badai, angin lemah hingga kencang ke arah utara, timur, selatan dan barat.
Pada pengukuran tanggal 30 Juni 2024, suhu air kawah di permukaan mencapai 34 derajat Celcius. Asap solfatara putih tebal dengan tekanan lemah hingga sedang.
Bau gas belerang tercium sedang. Belerang merica terlihat di pinggir danau. Jarak pintu air/dam dengan air danau kawah lk. 13,6 meter.
Pada periode 1 Januari 2024 – 12 Juli 2024, terekam 424 kali gempa Hembusan,12 kali tremor non-harmonik, 3 kali gempa tornillo, 8 kali gempa low frequency, 259 kali gempa vulkanik dangkal, 25 kali gempa vulkanik dalam, 45 kali gempa tektonik lokal, 4 kali gempa terasa dengan skala II hingga III MM, 294 kali gempa tektonik jauh, 192 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 0.5-7 mm, dominan 3 mm.
Baca juga : Pimpinan Ponpes Tahfidz Di Sumut Dukung Nikson, Ini Alasannya
Jumlah gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam cenderung menurun, sedangkan jumlah gempa lainnya berfluktuasi normal.
"Peningkatan aktivitas di Kawah Ijen seringkali ditandai oleh perubahan warna air danau kawah dari hijau menjadi hijau keputih-putihanan. Hal ini terjadi akibat naiknya endapan dari dasar danau ke permukaan oleh adanya tekanan gas yang kuat dari dasar danau," jelas PVMBG melalui situs resminya, Sabtu (13/7/2024).
Suhu air kawah Ijen juga akan meningkat, seiring meningkatnya tekanan/konsentrasi gas yang keluar dari dasar danau.
Dalam kondisi meningkatnya aktivitas Kawah Ijen, gelembung-gelembung gas di permukaan air kawah akan muncul.
"Beberapa kejadian peningkatan aktivitas Kawah Ijen seringkali diikuti oleh kejadian outburst gas atau letusan/semburan gas dari danau kawah Ijen, gas yang menyembur tersebut terutama adalah CO2," imbuh keterangan tersebut.
Baca juga : Pedagang Pasar Rembang Dukung Sudaryono Di Pilgub Jateng, Ini Alasannya
Gas CO2 ini mempunyai berat jenis yang lebih berat dari udara, sehingga CO2 yg keluar akibat letusan/semburan ini, cenderung dapat mengalir menyusuri lembah seperti kejadian letusan/semburan gas di Kawah Ijen pada Maret 2018.
Secara visual, air kawah berwarna normal (hijau toska). Tidak terjadi perubahan warna air kawah, tidak nampak adanya bualan gas di permukaan air, suhu air kawah masih normal yaitu 34 derajat Celcius.
Pada periode 1 Juni 2024-12 Juli 2024, jumlah gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam cenderung turun. Sedangkan jumlah gempa lainnya berfluktuasi normal.
Rekaman RSAM sejak 1 Januari 2023 menunjukkan pola yang berfluktuasi dan cenderung meningkat, meskipun kecil.
Energi seismik secara umum berfluktuatif dan perlahan meningkat sejak 2023. Namun pada 12 Juli 2024, terjadi peningkatan energi yang signifikan, bersamaan dengan membesarnya amplitudo tremor menerus.
Baca juga : BPK Dan Pemerintah Perkuat Akuntabilitas Keuangan Negara
Meskipun pada umumnya kegempaan berfluktuasi normal, namun sejak tanggal 12 Juli 2024 pukul 17.00 – 21.00 WIB rekaman gempa tremor meningkat fluktuatif dengan amplitudo 5-25 mm.
Sejak sekitar pukul 21.10 WIB, gempa tremor terekam dengan amplitude > 46 mm (overscale).
Potensi bahaya yang bisa ditimbulkan dari aktivitas vulkanik di Gunung Ijen pada saat ini adalah munculnya gas-gas vulkanik konsentrasi tinggi di sekitar kawah, yang berasal dari aktivitas solfatar di dinding kawah Ijen. Serta difusi gas-gas vulkanik dari dalam kawah ke permukaan, dan erupsi freatik berupa semburan gas dari danau kawah.
Erupsi freatik bisa terjadi tanpa didahului oleh peningkatan aktivitas, baik visual maupun kegempaan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.