BREAKING NEWS
 

Jurusan Di SMA Dihapus

Kurikulum Merdeka Mau Kerucutkan Minat Dan Bakat

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ABDUL SHOMAD
Jumat, 19 Juli 2024 07:25 WIB
Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah kegaduhan Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) kembali disorot lantaran meniadakan jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) tahun ajaran 2024/2025.

Kepala Badan Standar, Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek Anindito Aditomo menyatakan, peniadaan jurusan IPA, IPS dan Bahasa di jenjang SMA m bagian dari penerapan Kurikulum Merdeka.

Dia mengklaim, usaha meniadakan jurusan di SMA sesuai Kurikulum Merdeka, dilakukan Kemendikbudristek sejak 2021.

Baca juga : DPRD Kaget, Ribuan Guru Honorer Dipecat Mendadak

Namun, penerapan Kurikulum Merdeka di tahun 2021 be­lum berjalan optimal, lantaran masih masa pemulihan pasca pandemi Covid-19. Karenanya, Kemendikbudristek membuat kurikulum prototipe tahun 2022.

“Saat itu (tahun 2021), penera­pannya sudah 50 persen. Tapi, saat ini sudah 90-95 persen seko­lah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK, yang mener­apkan Kurikulum Merdeka,” kata Anindito dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/7/2024).

Melansir dari laman resmi Kemendikbudristek, Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang menerapkan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Targetnya, peserta didik me­miliki kesempatan lebih men­dalami konsep dan menguatkan kompetensi.

Baca juga : Ingat, Jangan Jumawa

Melanjutkan keterangannya, Anindito menyatakan, peniadaan jurusan di jenjang SMA untuk tahun ajaran baru 2024/2025, diharapkan bisa memberi ruang bagi siswa dalam memilih dan melanjutkan mata pelajaran yang disukainya.

Menurutnya, kebebasan me­milih mata pelajaran, bertujuan untuk membantu para siswa saat masuk ke jenjang perguruan tinggi.

Sebagai contoh, seorang mu­rid yang ingin berkuliah di pro­gram studi teknik, bisa menggu­nakan jam pelajaran pilihannya untuk mata pelajaran (mapel) matematika tingkat lanjut dan fisika, tanpa harus mengambil mata pelajaran biologi.

Baca juga : Celtics Ditantang Panathinaikos

Sebaliknya, seorang murid yang ingin berkuliah di kedok­teran bisa menggunakan jam pelajaran pilihan untuk mapel biologi dan kimia, tanpa harus mengambil mapel matematika tingkat lanjut.

Selama ini, tambah Anindito, pihaknya melihat para siswa cenderung memilih IPA, lantaran mempunyai lebih banyak kemu­dahan saat memilih perguruan tinggi. Namun, tidak sedikit siswa yang terjebak dalam pilihannya, karena bertemu dengan mata pelajaran yang tidak disukainya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense