Sebelumnya
“Ada penilaian, IPA diberi privilege lebih dalam memilih program studi di perguruan tinggi. Karenanya, jurusan-juruan di SMA dihapus,” tandasnya.
Anggota Komisi X DPR Zainuddin Maliki tak mempermasalahkan keputusan Kemendikbudristek menghapus jurusan IPA, IPS, dan Bahasa di SMA sederajat.
“Penghapusan itu tindak lanjut dari penerapan kurikulum Merdeka Belajar, yang kini telah menjadi Kurikulum Nasional,” ujarnya.
Namun, Zainuddin meminta para guru ikut memantau dan membimbing para siswa dalam memilih mata pelajaran yang diminati. Karena siswa di jenjang Sekolah Menengah Atas, masih berusia remaja dan berada dalam proses pencarian jati diri.
Baca juga : DPRD Kaget, Ribuan Guru Honorer Dipecat Mendadak
“Masa-masa usia remaja itu masa-masa on the becoming process. Proses mencari. Proses menjadi. Kadang, yang diminati hari ini, bukan minat yang sebenarnya,” katanya.
Di media sosial, kebijakan penghapusan jurusan IPA, IPS dan Bahasa, disambut riuh netizen. Ada yang menyambut positif, ada juga yang mengkritisi.
Akun @renie#$ mengaku mendukung penghapusan jurusan-jurusan di tingkat SMA. Meburut dia, metode pendidikan seperti itu telah diterapkan di Jepang.
“Bagus begitu. Jadi, anak-anak bisa lebih fokus pada mata pelajaran yang diminatinya, dan tidak terbebani dengan mata pelajaran yang tidak disukainya. Anak bisa jadi ahli di bidangnya. Sistem ini mirip pola pendidikan sekolah di Jepang, yang fokus pada minat siswa,” tulisnya.
Baca juga : Ingat, Jangan Jumawa
Sementara, akun @abiafa2 mengingatkan, penghapusan jurusan di SMA disosialisasikan secara baik kepada pihak sekolah dan orang tua. Sebab, kebebasan memilih mata pelajaran di SMA belum sinkron dengan kebijakan atau penjurusan di perguruan tinggi.
“Gue yakin, orang tua murid yang antusias ada yang masih agak khawatir dengan kebijakan ini. Sebab, kebijakan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) belum tentu sama. Makanya, sekolah harus punya data riil tentang mata pelajatan apa saja yang menjadi syarat untuk masuk sejumlah prodi di PTN. Jadi, orang tua dan siswa bisa menyiapkan sejak awal,” cuitnya.
Di Instagram, akun @ihsank4mil setuju dengan kebijakan anyar ini. Sebab, penjurusan di SMA berpengaruh negatif saat mencari kerja.
“Bagus sih ini ada penghapusan. Jadi, lulusan SMA yang mencari kerja tidak perlu ditanya-tanya lagi saat wawancara: ‘kamu jurusan apa di sekolah’,” ujarnya.
Baca juga : Celtics Ditantang Panathinaikos
Sementara, akun @akbaruddinabdilah meminta kebijakan tersebut disosialisasikan secara masif kepada orang tua dan tenaga pengajar. Sebab, hal itu berkaitan dengan teknis penulisan dalam rapor para siswa.
“Ke depan, harus ada penjelasan dan petunjuk soal teknis-teknisnya. Misalnya, nanti isi rapornya bagimana? Apakah ada rapor khusus, atau pakai yang lama? Jangan sampai, pihak sekolah, orang tua, dan para siswa tak memiliki alat ukur yang jelas,” tandasnya.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Jumat, 19 Juli 2024 dengan judul Jurusan Di SMA Dihapus, Kurikulum Merdeka Mau Kerucutkan Minat Dan Bakat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.