Sebelumnya
Namun, dengan instrumen tersebut terlalu sulit dan terlalu lama. “Maka peningkatan beras kita lakukan melalui peningkatan area tanam dan peningkatan indeks pertanam, dari yang satu kali menjadi dua kali. Itulah yang kita sebut sebagai optimalisasi lahan rawa,” kata Dedi.
Untuk itu, Kementan mendorong peningkatan kompetensi SDM pertanian untuk meningkatkan produktivitas padi musim kemarau. Khususnya melalui Training Of Trainers (TOT).
“ToT ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait peningkatan produksi padi di musim kemarau dalam rangka mendukung peningkatan areal tanam sebagai upaya peningkatan produksi padi nasional,” tutur Dedi.
Baca juga : Balikpapan-IKN Cuma 1 Jam
Sementara, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi meminta, Perum Bulog terus menyerap beras lokal. Catatan BPS, proyeksi produksi beras Agustus mencapai 2,66 juta ton, naik jadi 2,96 juta ton di September. Angka ini menunjukkan adanya tren eskalasi produksi. Pasalnya, pada proyeksi produksi beras di Juni masih berada di angka 2,06 juta ton, dan 2,18 juta ton di Juli.
“Kami memastikan stok Cadangan Pangan Pemerintah selalu terisi dan ditabung, terutama beras. Di sisi lain juga terus mengguyur intervensi ke pasar dan masyarakat supaya kestabilan pangan senantiasa terjaga,” tegas Arief, Selasa (23/7/2024).
Jumlah stok beras yang dikelola Perum Bulog saat ini masih aman, sebanyak 1,5 juta ton. Ada pula stok di Pasar Induk Beras Cipinang sebanyak 46.900 ton, dan yang disimpan sebagai Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) 7.300 ton.
Baca juga : Jokowi Kagum & Terkesan
Bapanas juga menjamin agar Nilai Tukar Petani (NTP) tetap terjaga. Pemerintah terus menjaga NTP subsektor tanaman pangan (NTPP) lebih dari 100. Menurut BPS, NTPP tertinggi dalam 18 bulan terakhir tercatat di Februari 2024 yang berada di 120,30 poin.
Di Juni 2024, indeks harga yang diterima petani tanaman pangan, khususnya kelompok padi, mengalami pencapaian signifikan yaitu di 130,74 poin. Sehingga, ketika terjadi kenaikan produksi, gairah petani untuk menanam juga meningkat.
“Satu faktor yang cukup penting adalah kebijakan penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Kita bersyukur dengan penetapan HPP yang efektif mampu menjaga NTP dan semangat petani nandur kembali menyala terus,” imbuh Arief.
Baca juga : Mayoritas DPD Hanura Minta OSO Kembali Jadi Ketua Umum
Mendapati kenaikan harga beras ini, netizen hanya bisa pasrah. “Beras mahal, telor naik terus, ayam apalagi. Harga nggak stabil,” curhat @a_wankk.
“Gimana GenZ nggak pada mau terjun ke petani. Pengennya kerjaan kantoran semua. Harga beras stabil tinggi, tapi biaya nanam naik terus, gabah dibeli tengkulak murah. Yuk mikir yuk,” ajak @ari_bowo27.
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Rabu, 24 Juli 2024 dengan judul Panen Telah Usai, Waduh, Harga Beras Naik Di 116 Daerah
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.