Dark/Light Mode

Pasokan-Distribusi MinyaKita Harus Diawasi Dengan Ketat

Rabu, 24 Juli 2024 07:25 WIB
Pedagang menjual produk minyak goreng Minyakkita di Pasar Pondok Labu, Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/RM)
Pedagang menjual produk minyak goreng Minyakkita di Pasar Pondok Labu, Jakarta. (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah diminta memperketat pengawasan terhadap pasokan dan distribusi MinyaKita di tengah masyarakat. Pasalnya, kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita berpotensi memicu terjadinya kelangkaan dan mengganggu rantai pasokan.

Ketua DPR Puan Maharani mengungkapkan, pihaknya menemukan kasus kenaikan harga dan kelangkaan MinyaKita di sejumlah daerah, sebelum Kementerian perdagangan (Kemendag) melempar wacana menaikan HET Minyakita dari Rp 14.000 menjadi Rp 15.700.

Sebab itu, dia meminta Kemendag segera memastikan kenaikan HET MinyaKita dan menindaklanjuti keputusan itu dengan melakukan pengawasan terhadap pasokan, jalur distri­busi, hingga konsumsi di tengah masyarakat.

Baca juga : Perbaiki Layanan, Bikin Pebisnis Dan Turis Nyaman

Dengan begitu, kenaikan HET tak membuat MinyaKita sema­kin mahal dan langka di pasaran.

“Ada beberapa temuan yang didapat DPR, termasuk soal distribusi MinyaKita yang menurut kami pengawasan distribusinya perlu diperketat dan dioptimalkan. Ini harus jadi catatan Pemerintah, karena selain adanya kenaikan harga sebe­lum pengumuman, kelangkaan minyak goreng subsidi terjadi di pasaran,” ujar Puan melalui keterangan tertulisnya, Jumat (19/7/2024).

Diketahui, Pemerintah telah menaikkan HET MinyaKita menjadi Rp 15.700 per li­ter, yang akan mulai berlaku pada pekan ini. Penyesuaian HET MinyaKita di tingkat konsumen menunggu pener­bitan revisi Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 49 Tahun 2022, yang mengatur HET minyak goreng subsidi seharga Rp 14.000 per liter atau Rp 15.500 per kilogram.

Baca juga : Tim Tango Di Atas Angin

Awalnya, HET MinyaKita diusulkan sebesar Rp 15.500 per liter. Namun, masalah nilai tukat dolar Amerika Serikat (AS) memaksa pemerintah men­gambil opsi lain, menaikan HET MinyaKita menjadi Rp 15.700 per liter.

Melanjutkan keterangannya, Puan menyatakan, masyarakat mulai mengeluhkan terjadinya kelangkaan produk MinyaKita di pasaran, sejak adanya infor­masi kenaikan HET MinyaKita.

Menurutnya, minyak goreng subsidi pemerintah ini mulai sulit didapatkan di pasaran, dan DPR telah melakukan berbagai upaya pengawasan untuk men­gatasi kelangkaan tersebut.

Baca juga : Nadal Sedih, Campur Senang

“MinyaKita banyak dijual Rp 16 ribu per liter sebelum adanya kenaikan harga. Menurut pedagang, kenaikan harga jual MinyaKita terjadi karena mer­eka juga mendapat dengan harga yang sudah naik. Bahkan, ada pedagang yang mengatakan kenaikan terjadi sejak Idul Fitri lalu,” ungkap politisi PDI Perjuangan ini.

Selain naik, sambung Puan, para pedagang juga mengaku sulit mendapatkan pasokan MinyaKita dari distributor. Diduga, hal tersebut terjadi lantaran masalah harga, penimbunan dan penyelewengan minyak goreng oleh oknum-oknum tertentu, sehingga kelangkaan MinyaKita semakin parah.

Menurutnya, DPR akan terus memantau masalah kelangkaan minyak goreng subsidi di pasaran. DPR juga mendorong pemerintah melakukan langkah penanggulangan kelangkaan MinyaKita secepat mungkin, termasuk mengatasi dugaan penimbunan dan penyelewengan minyak goreng bersubsidi yang merugikan masyarakat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.