Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Suarakan Munas Dipercepat
Mayoritas DPD Hanura Minta OSO Kembali Jadi Ketua Umum
Rabu, 24 Juli 2024 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) meminta Oesman Sapta (OSO) kembali memimpin, untuk periode 2024-2029. DPD Hanura Kalimantan Timur (Kaltim) misalnya, meminta kembali OSO memimpin, pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda)
Ketua Umum DPD Hanura Kaltim, Surpani Sulaiman menegaskan, pada Rapimda akhir pekan lalu, kader dan pengurus Hanura se-Kaltim solid dengan keputusan yang akan dibawa pada Musyawarah Nasional (Munas) Hanura yang rencananya digelar akhir 2024 atau awal 2025 nanti.
Suparni menyebut, dukungan kepada OSO kembali memimpin Hanura karena OSO memahami dan mengedepankan kepentingan kader partai di daerah. OSO dekat dengan pengurus DPD se-Indonesia. “Kader yang loyal, berjuang tulus membesarkan Partai Hanura, ya Bapak OSO. Sosok yang paham dan mengedepankan kepentingan daerah,” tutur Suparni dalam keterangannya, Selasa (23/7/2024).
Baca juga : Jokowi Kagum & Terkesan
Meski belum lolos Parliamentary Threshold, lanjutnya, Hanura mendapat banyak kursi parlemen daerah pada Pileg 2024. Dia yakin, di Pemilu mendatang, OSO bakal mengantarkan Hanura ke Senayan.
“Di Kaltim, Hanura punya kursi dan peluang mengusung kadernya maju calon kepala daerah di 4 Kabupaten Kota. Yakni, Kutai Barat, Berau, Penajam Paser Utara dan Balikpapan,” ujarnya.
DPD Hanura Kalimantan Tengah (Kalteng) juga sepakat meminta OSO kembali jadi Ketum pada Rapimda, kemarin. Ketua DPD Partai Hanura Kalteng Heriadi menyatakan, seluruh DPC Hanura Kalteng malah minta mempercepat Munas.
Baca juga : Eks Gubernur Boleh Daftar Asal Tidak Turun Jabatan
“Karena Munas Hanura itu biasanya dilaksanakan Desember. Di Kalteng itu biasanya umat nasrani melaksanakan natal. Jadi usul dipercepat. Pada Munas nanti Kalteng memastikan tetap mendukung Bapak Oesman Sapta Oedang untuk menjadi Ketua Umum,” tuturnya.
Serupa, DPD Hanura Kepulauan Riau (Kepri) juga usul Munas dipercepat dan meminta OSO jadi kembali Ketua Umum. “Mayoritas DPD menyuarakan percepatan Munas tahun ini, jangan digelar awal tahun 2025. Baik di Batam, atau Bali. DPD Hanura Kepri sepakat mengusung Pak Oesman kembali menjadi Ketum,” kata Ketua DPD Partai Hanura Kepri, Bakti Lubis.
Senada, DPD Hanura Sulawesi Selatan (Sulsel) juga ingin Munas dipercepat sebelum Pilkada. DPD dan 24 DPC Hanura Sulsel juga mendukung kembali OSO jadi Ketum DPP Hanura. “Kinerja Pak OSO juga telah memberikan sisa hidupnya untuk partai, juga turut memajukan pembangunan di daerah,” jelas Ketua DPD Hanura Sulsel, Kolonel (Purn) Amsal Sampetondok.
Baca juga : Pasokan-Distribusi MinyaKita Harus Diawasi Dengan Ketat
Sementara Ketua Bidang Organisasi DPP Hanura, Mayjen (Purn) Siswandi Tarigan menambahkan, Munas kemungkinan akan digelar Agustus 2024. “Sementara untuk lokasi pelaksanaannya belum dipastikan,” tuturnya.
Rapimda yang sudah digelar, dan agenda Munas, lanjutnya, menjadi ajang evaluasi internal. Terutama, pasca Pileg 2024 lalu. Apakah selama ini pembinaan konstituen sudah baik dan efektif serta pengkaderan dan saksi di TPS sudah optimal.
“Semoga DPD bisa konsolidasi sampai ke tingkat PAC dalam menghadapi Pilkada November mendatang. Kawal agar tak ada lagi kecurangan di tingkat bawah. Kemudian kita juga kawal, didik masyarakat, agar lebih paham memilih wakilnya yang berkualitas, bukan berdasarkan politik uang,” pungkas Siswandi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya