RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, menghadap presiden Jokowi, siang tadi, Jumat (9/8). Pertemuan empat mata itu digelar di Istana Kepresidenan. Apa yang dibahas?
Ketum Partai Golkar itu mengaku menemui kepala negara untuk membahas berbagai isu ekonomi, termasuk surplus perdagangan dengan China.
Airlangga tiba di Istana pukul 14.05 WIB dan baru keluar pada pukul 15.43 WIB. "Update ekonomi tadi," kata Airlangga singkat kepada wartawan, usai pertemuan.
Salah satu topik utama yang dibahas adalah surplus perdagangan Indonesia dengan China, yakni sebesar 8 miliar dolar AS pada tahun 2023.
Baca juga : Di Banten, Golkar Cari Strategi Yang Pas
"Saya sampaikan ke beliau, Indonesia dengan China surplus tahun kemarin 8 miliar dolar AS," ujar Airlangga.
Ia menambahkan bahwa tidak banyak negara yang bisa mencapai surplus perdagangan dengan China. Itu menandakan bahwa kebijakan dan daya saing Indonesia dalam kondisi baik.
"Apalagi kan harga komoditas sudah turun juga," lanjutnya.
Selain itu, Airlangga menyatakan bahwa dalam pertemuan tersebut, dia telah menyampaikan kepada Presiden Jokowi tentang pentingnya segera memfinalisasi Undang-Undang (UU) EU CEPA.
Baca juga : Biden Dan Putin Sambut Langsung Warganya
"Karena Eropa berikan konsesi, kita juga berikan konsesi," jelasnya.
Ia menargetkan, UU EU CEPA bisa diselesaikan perundingannya sebelum bulan Oktober nanti. "Sekarang sudah 19 ronde perundingan dan sudah tinggal chief negotiator-nya aja," terang Airlangga.
Airlangga juga menyebut bahwa dominasi China dalam perdagangan dunia sangat besar dan sejak lama Indonesia hanya menjadi sasaran produk China.
Namun, dengan adanya surplus perdagangan ini, Indonesia berhasil menunjukkan daya saing yang baik.
Baca juga : Info BMKG Hujan Guyur Tangerang Mulai Sore Ini, Tapi Pagi Cerah, Siang Panas
"Tidak banyak negara yang bisa surplus dengan China sehingga kebijakan kita dan daya saing baik," tegasnya.
Pada 2021, nilai surplus perdagangan Indonesia dan China mencapai 3,1 miliar dolar AS, kemudian meningkat menjadi 6,5 miliar dolar AS pada tahun lalu.
"Ini menunjukkan tren positif dari upaya kita dalam memperbaiki neraca perdagangan dengan China," kata Airlangga.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.