Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebut Jokowi Tak Pernah Intervensi KPK
Alex Marwata: Buktinya Banyak Menteri Yang Kami Tangkap
Jumat, 21 Juni 2024 17:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah mengintervensi penanganan kasus korupsi yang dilakukan komisi antirasuah.
Hal itu disampaikan Alex, menanggapi Wakil Ketua KPK Saut Situmorang yang menyinggung soal independensi pimpinan komisi antirasuah pasca revisi UU KPK.
Alex menegaskan, pimpinan KPK independen dalam melaksanakan tugasnya, sesuai jaminan Pasal 3 UU KPK.
“Apakah selama empat tahun atau jalan lima tahun, saya pernah diintervensi oleh presiden atau pimpinan (diintervensi) oleh presiden? Saya sampaikan sama sekali presiden tidak pernah mengintervensi penanganan perkara di KPK,” ujar Alex.
Baca juga : Bantah Komunikasi, Alex Marwata Sebut Tak Simpan Nomor Handphone SYL
Hal ini disampaikannya saat dalam diskusi PBHI dan Transparency International Indonesia (TII) bertajuk ‘Mencari Pemberantas Korupsi: Menjaga Independensi, Menolak Politisasi’, Jumat (21/6/2024).
Pimpinan KPK dua periode ini menyatakan, tidak adanya intervensi Kepala Negara terbukti dengan ditangkapnya beberapa menteri dan kepala lembaga negara.
“Bisa saya buktikan, (tangkap) Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Sosial, Kepala Basarnas, Menteri Pertanian. Itu lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya lho. Apakah ada intervensi? Sama sekali nggak pernah,” tegasnya.
Selama empat tahun menjabat pimpinan di periode kedua ini, Alex mengaku tidak pernah dipanggil Presiden Jokowi.
Baca juga : Imbas KM 58, Pemerintah Evaluasi Kondisi Arus Mudik Di 4 Gerbang Utama Tol Jakarta
Dia hanya bertemu dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) yang digelar setiap bulan Desember.
“Di luar terlalu banyak rumor,” imbuh pimpinan KPK berlatar belakang hakim ini.
Alex juga memastikan, beralihnya status pegawai KPK menjadi ASN, tidak mempengaruhi independensi.
Dia bilang, di Malaysia, Singapura, dan Hongkong pegawai di lembaga pemberantasan korupsinya juga merupakan pegawai pemerintah.
Baca juga : Ajib! Ini Menu Lezat Bukber Presiden Bareng Menteri Di Istana Negara Tadi
“Apakah berdampak pada independensi? Sama sekali tidak. Boleh tanyakan ke penyelidik, penyidik apakah pimpinan pernah meminta dihentikan suatu perkara? Tidak ada,” tandas Alex.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya