Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
AS Dan Rusia Lakukan Pertukaran Tahanan
Biden Dan Putin Sambut Langsung Warganya
Sabtu, 3 Agustus 2024 06:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) dan Rusia menyelesaikan proses pertukaran tahanan, pada Kamis (1/8/2024). Kesepakatan bersejarah ini banyak dipuji sebagai kemenangan diplomatik.
Presiden AS Joe Biden dan Wakil Presiden AS Kamala Harris menyambut langsung tiga warga AS hasil pertukaran tahanan dengan Rusia, di Pangkalan Militer Andrews, dekat Morningside, Maryland, di pinggiran Washington DC, pada Kamis (1/8/2024).
Mereka adalah, jurnalis Wall Street Journal Evan Gershkovich, mantan marinir AS Paul Whelan dan jurnalis Radio Free Europe Alsu Kurmasheva. Kedatangan para tahanan ini disambut sorak-sorai dari keluarga dan teman-teman ketika mereka turun dari pesawat.
“Rasanya luar biasa, sudah lama sekali,” kata Biden.
Baca juga : KPK Cari Saksi Pegawai Bengke
Menurutnya, keberhasilan ini tak lepas dari peran yang dimainkan oleh sekutu AS, khususnya Jerman dan Slovenia.
Tahanan AS keempat yang dibebaskan, yakni Vladimir Kara-Murza, kritikus Kremlin Rusia yang memiliki izin tinggal di AS, tetapi kembali ke AS secara terpisah.
Melansir BBC, secara total, sebenarnya ada 24 orang tahanan yang dipertukarkan di Ankara, Turki. Presiden Turki Recep Tayyep Errogan mengatakan, para tahanan tersebut berasal dari AS, Jerman, Polandia, Slovenia, Norwegia, Rusia dan Belarus.
Secara keseluruhan, 8 orang Rusia dengan dua anak di bawah umur, anak dari salah satu tahanan, ditukar dengan 16 orang AS dan negara sekutu.
Baca juga : Pede Bakal Lebih Cantik Usai Oplas
Presiden Rusia, Vladimir Putin juga menyambut para tahanan Rusia yang dibebaskan dengan karangan bunga di Bandara Vnukovo Moskow. Ada pasangan suami istri yang yang dihukum karena memata-matai di Slovenia. Mereka kembali ke Rusia bersama kedua anaknya.
Yang lain Vadim Krasikov. Pria ini adalah agen intelijen Rusia yang dipenjara di Jerman atas keterlibatan pada pembunuhan eks pemberontak Chechnya.
“Saya menyampaikan selamat kalian bisa kembali ke Tanah Air,” ujar Putin.
Tak semua warga AS menyambut positif mantan presiden Donald Trump, memberikan kritik.
Baca juga : Keppres Kepindahan IKN Belum Diteken Jokowi
Dengan getir, ia malah memposting di Truth Social bahwa AS tidak pernah membuat kesepakatan yang baik dan para negosiatornya adalah “memalukan”.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya