BREAKING NEWS
 

Lawan Imin, Gus Yahya Didukung Ratusan Kiai

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : SISWANTO
Selasa, 13 Agustus 2024 08:00 WIB
Para kiai berkumpul di Jombang, untuk membahas hubungan PKB dan PBNU. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah PBNU membentuk ‘Pansus PKB’ untuk menggoyang kepemimpinan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendapat dukungan para kiai.

Ratusan kiai dari berbagai daerah berkumpul di pesantren milik keluarga almarhum Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Mereka meminta PBNU yang dipimpin Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya “mendandani” PKB.

Ratusan kiai itu berkumpul di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Senin (12/8/2024). Para kiai ini berasal dari struktural dan pengasuh pesantren. Pertemuan dipimpin tim Pansus PKB Kiai Anwar Iskandar dan Kiai Amin Said Husni.

Baca juga : Pemerintah Beri Tanda Jasa Dan Kehormatan Ke 61 Tokoh

Di antara ratusan kiai, ada juga yang terbilang sepuh. Di antaranya pengasuh Pesantren Lirboyo Kiai Anwar Manshur, pengasuh pesantren Tebuireng Kiai Abdul Hakim Mahfudz, serta para Rais Syuriah PCNU maupun kiai pesantren dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan.

Usai pertemuan, Kiai Anwar menyebut ada dua kesimpulan. Pertama, para kiai sepakat bahwa antara PBNU dan PKB memiliki hubungan ideologis, historis, politis, organisatoris dan kultural.

Kesepakatan kedua, para kiai meminta PBNU segera mengambil langkah strategis dalam rangka perbaikan PKB ke depan.

Baca juga : Aksi Buang Sampah Di Kantor Wali Kota Depok Disorot Publik

“Kesepakatan ini diambil setelah para kiai merasa bahwa PKB selama ini semakin jauh dari marwah utama saat partai itu didirikan,” kata Kiai Anwar.

Sementara, Kiai Amin menjelaskan soal hubungan antara PBNU dengan PKB. Kata dia, karena didirikan PBNU maka kepengurusan PKB mulai level DPP hingga bawah seharusnya hampir sama dengan struktur di NU. “Ada Rais Syuriah di PKB dinamakan Dewan Syuro. Ada Tanfidziyah di PKB dinamakan Dewan Tanfidz. Hanya beda nama dikit, tapi fungsinya hampir sama,” kata Kiai Amin.

Sayangnya, saat ini fungsi Dewan Syuro telah dikebiri di PKB. Padahal, Dewan Syuro harusnya menjadi penentu utama partai. “Dulu sama dengan NU, malah calon ketua Dewan Tanfidz harus seizin Dewan Syuro. Tapi sekarang ketua Dewan Tanfidz penunjukan DPP yang dalam hal ini Ketua Umum,” ujarnya.

Adsense

Baca juga : Jenderal Andika Didorong Maju Pilgub Jawa Tengah

Keputusan organisasi harusnya juga sama dengan NU yakni harus ada tandatangan empat orang: Ketua Dewan Syuro, Sekretaris Dewan Syuro dan Ketua Tanfidz serta Sekretaris Tanfidz. Sayangnya, sekarang, Dewan Syuro tidak lagi harus menandatangani semua keputusan partai.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense