BREAKING NEWS
 

Pidato Paus di Istana Negara: Hapuskan Prasangka, Tumbuhkan Saling Percaya

Reporter : BAMBANG TRISMAWAN
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 5 September 2024 08:51 WIB
Paus Fransiskus berbincang dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/9/2024). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Paus Fransiskus menyampaikan sejumlah pesan penting dalam pidatonya, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/9/2024). Di hadapan Presiden Jokowi dan para tamu undangan, Pemimpin Agung Gereja Katholik Dunia itu, antara lain mengungkapkan pentingnya mendorong dialog antaragama untuk menghapuskan prasangka dan menumbuhkan saling percaya. 

Agenda Paus di hari kedua kunjungannya di Jakarta, begitu padat. Dari pagi hingga malam. Di pagi hari, Paus bertemu dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka. Malam harinya, Paus menyapa anak-anak dari sekolah-sekolah Katholik di Grha Pemuda, Kompleks Gereja Katedral, Jakarta.

Pesan yang disampaikan Paus di kedua acara itu, kurang lebih sama. Yaitu, menyampaikan pentingnya membangun dialog untuk memecahkan persoalan bersama. Sebab, kata Paus, permusuhan di antara sesama adalah kekalahan bersama.

Paus tiba di Istana Merdeka pukul 9.35 pagi. Pemimpin Negara Vatikan itu, datang dengan menumpang Toyota Innova Zenix berwarna putih. Paus duduk di bagian depan. Di samping sopir.

Kedatangan Paus disambut upacara kenegaraan. Mobil yang membawa Paus dikawal pasukan berkuda dan diiringi marching band. Anak-anak kecil yang mengenakan pakaian adat Nusantara berjajar di sepanjang jalan. Mereka mengibarkan Bendera Merah Putih dan Bendera Vatikan. Antusiasme sangat terasa. Teriakan-teriakan ceria menyambut Paus terdengar hingga jauh.

Melihat sambutan itu, Paus tersenyum dan melambaikan tangan. Turun dari mobil, Paus menyapa anak-anak lebih dulu. Suara histeris makin terdengar.

Setelah itu, Presiden Jokowi yang sudah menunggu di halaman Istana Merdeka, menyambut Paus. Kepala Negara menyalami Paus yang duduk di kursi roda sambil setengah membungkuk. Setelah bertegur sapa, Jokowi mengajak Paus ke teras Istana Merdeka untuk mengikuti upacara kenegaraan.

Baca juga : 78 Ribu Umat Katholik Misa Akbar, Hari Ini Mata Dunia Tertuju ke GBK

Prosesi upacara dimulai dengan mendengarkan lagu kebangsaan kedua negara.  Bersamaan itu, terdengar dentuman meriam sebanyak 21 kali. Saat kedua lagu kebangsaan dikumandangkan, Paus berdiri tegap tanpa tongkat. Prosesi ini menghabiskan waktu sekitar 10 menit.

Setelah itu, Jokowi dan Paus saling memperkenalkan jajaran masing-masing yang ikut dalam pertemuan. Jokowi memperkenalkan Presiden Terpilih yang juga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menko PMK Muhadjir Effendy, Seskab Pramono Anung, Mensesneg Pratikno, dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Sedangkan Paus memperkenalkan Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Uskup Antonius Subianto Bunjamin, dan Ketua Panitia Kunjungan Paus ke Indonesia Ignasius Jonan.

Jokowi lalu mempersilakan Paus memasuki Ruang Kredensial untuk mengisi buku tamu kenegaraan dan berfoto bersama. Setelah itu, Jokowi dan Paus ngobrol di beranda belakang.

Jokowi dan Paus kemudian berjalan bersama menuju Istana Negara untuk bertemu korps diplomatik, dan para tokoh masyarakat. Dalam pidatonya, Jokowi menyambut hangat kedatangan Paus.

"Terima kasih Bapa Suci telah bersedia memenuhi undangan kami untuk mengunjungi Indonesia," ucap Jokowi.

Adsense

Jokowi menyatakan, Indonesia menyambut gembira dan hangat kehadiran Paus. "Negara kami menyambut gembira dan hangat kedatangan Yang Teramat Mulia Bapak Suci Paus Fransiskus," ujarnya.

Jokowi menjelaskan, kunjungan Paus ke Indonesia memberikan pesan mengenai pentingnya merayakan perbedaan. Dia bilang, Indonesia merupakan negara majemuk yang terdiri dari beragam etnis.

Baca juga : Pansus Haji Galak-galak

"Tadi saya menyampaikan kepada Bapak Suci bahwa kita memiliki 714 suku bangsa, etnis, dan juga memiliki 17.000 pulau yang kita tinggali, yang semuanya berbeda budaya agama dan suku bangsa," ungkap dia.

Paus tak kalah ramah saat memberikan kata sambutan. Paus juga menyampaikan terima kasih atas undangan yang diberikan Jokowi. Kata Paus, menyenangkan bisa mengunjungi Indonesia dan mendapat sambutan yang ramah dari Jokowi.

Dalam pidatonya, Paus menekankan pentingnya untuk memperkuat kerukunan dengan meningkatkan dialog antaragama. "Dengan cara ini, prasangka dapat dihapus dan suasana saling menghargai dan saling percaya dapat bertumbuh," kata Paus.

Menurut Paus, dialog sangat penting untuk menghadapi tantangan-tantangan bersama, termasuk tantangan untuk melawan ekstrimisme dan intoleransi.

Paus lalu memuji Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila, semboyan Bhinneka Tunggal Ika, dan Pembukaan UUD 1945. Paus mengungkap secara detail keunggulan Bhinneka Tunggal Ika dan Pembukaan UUD 1945.

Untuk Bhinneka Tunggal Ika, Paus mengungkapkan, merupakan realitas beraneka sisi dari berbagai orang yang disatukan dengan teguh dalam satu bangsa. “Semboyan ini juga memperlihatkan bahwa, sebagaimana keanekaragaman hayati yang ada dalam negara kepulauan ini adalah sumber kekayaan dan keindahan, demikian pula perbedaan-perbedaan Anda secara khusus berkontribusi bagi pembentukan mosaik yang sangat besar, yang masing-masing keramiknya adalah unsur tak tergantikan dalam menciptakan karya besar yang otentik dan berharga,” ucapnya.

Selanjutnya, Paus mengupas Pembukan UUD 1945. Menurutnya, Pembukaan UUD 1945 menawarkan wawasan berharga bagi jalan yang dipilih oleh Indonesia yang demokratis dan merdeka.

Baca juga : 2025, Pendapatan Negara Ditargetkan 3.000 T, Mari Kita Aminkan

“Pembukaan UUD Anda merujuk kepada Allah Yang Maha Kuasa dan perlunya berkat Allah turun atas negara Indonesia yang baru lahir. Dengan cara yang sama, kalimat pembuka UUD Anda merujuk dua kali pada keadilan sosial,” tuturnya.

Setelah dari Istana, Paus masih melakukan sederet agenda. Pada pukul 11.30, Paus kembali ke Kedutaan Besar Vatikan di Indonesia dan bertemu dengan para anggota Jesuit (Serikat Yesus). Setelah itu, Paus bertolak ke Gereja Katedral untuk bertemu dengan para uskup, pendeta, diakon dan biarawan-biarawati. Suasana di sekitar katedral begitu ramai. Masyarakat dan umat Katholik yang ingin bertemu Paus memenuhi jalanan. Saking banyaknya yang datang, lalu lintas ditutup sementara.

Paus mengakhiri hari kedua kunjungan ke Indonesia dengan menemui anak-anak dari sekolah-sekolah Katholik di Grha Pemuda, Jakarta. Lokasinya persis di belakang Gereja Katedral. Di acara ini, hadir antara lain Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, dan sejumlah artis seperti Nadia Mulya.

Dalam acara itu, Paus berpesan kepada anak-anak untuk terus meningkatkan persaudaraan dengan cara saling menghargai dan mendengarkan satu sama lain. Jadilah orang dewasa yang berpikir, berkata, dan bertindak dalam satu kesatuan. Permusuhan adalah hal buruk. Yang tidak buruk adalah kita saling bertukar pikiran. Saling berbicara, saling berdialog untuk untuk memecahkan masalah-masalah.

"Dan jangan lupakan ini. Peperangan adalah selalu sebuah kekalahan. Permusuhan di antara kita adalah sebuah kekalahan. Tetapi berdiskusi adalah sesuatu yang indah. Itu membuat kita bertumbuh dan berkembang," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense