Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Video Marah-marahin Anak Buah Yaqut Viral
Pansus Haji Galak-galak
Kamis, 5 September 2024 08:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Upaya DPR menyelidiki dugaan skandal pelaksanaan Haji 2024, tidak main-main. Lewat Pansus Haji, DPR memanggil satu-persatu pejabat Kementerian Agama. Dengan pertanyaan-pertanyaan menohok, para anggota Pansus Haji "menguliti" semua anak buah Menteri Agama Yaqut Qolil Qoumas itu. Video anggota Pansus Haji yang begitu galak-galak itu, viral di media sosial. Ada yang gebrak meja, tunjuk-tunjuk, sampai nantang sumpah.
Video pertama, saat Pansus Haji rapat di DPR dengan Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim yang didatangkan sebagai saksi, Selasa (27/8/2024). Anggota Pansus Haji John Kenedy Azis mencecar Faisal soal perubahan kuota haji khusus secara sepihak.
“Kapan anda mengetahui bahwa Kementerian Agama tidak mematuhi kesimpulan rapat kerja itu?” cecar John. “Tanggal 13 Maret itu, Bang. Saya pribadi ya, tapi ini kan kami tidak terlibat terlalu sering ya,” jawab Faisal.
John kembali bertanya, adakah langkah tertentu yang diambil Faisal selaku Irjen Kemenag terhadap pihak Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag.
Jawaban Faisal bahwa dirinya hanya menegur membuat Jhon marah-marah. “Jadi berdasarkan pertimbangan yang diberikan oleh Irjen itu saudara dapat memahami atau membenarkan penyimpangan itu?” tanya John, lagi.
Baca juga : 2025, Pendapatan Negara Ditargetkan 3.000 T, Mari Kita Aminkan
“Saya tidak dalam konteks membenarkan atau,” jawab Faisal, terpotong. “Loh saudara seorang Inspektorat Jenderal, kok, harus dong, 'Oh ini saudara nggak benar', 'ini salah',” potong John.
Selanjutnya Jhon menanyakan kepada Faisal soal benar tidaknya langkah di internal Kemenag atas perubahan jumlah kuota haji khusus dari apa yang telah diputuskan dalam kesimpulan rapat bersama Komisi VIII DPR. “Ya tentu tidak tepat itu, Bang,” ujar Faisal.
John menanyakan sanksi apa yang diberikan oleh Faisal. Namun, Faisal menuturkan sanksi tidak diberikan lantaran pihak Ditjen PHU telah menyampaikan pertimbangan soal perubahan kuota itu. “Jadi Saudara membenarkan pemerintah ketika kesimpulan rapat, produk hukum rapat, itu diubah?” cecar John.
Kemarahan John juga terjadi saat Pansus mengundang Dirjen Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief. Dia meragukan keterangan Hilman yang dianggap tidak konsisten. Dia pun mengingatkan Hilman soal sumpah.
“Saya hanya mengingatkan, saudara disumpah, saya hanya ingatkan dan tolong berikan kami jawaban yang benar, jangan omongan yang artinya yang tidak-tidak, saya hanya mengingatkan, sebagai muslim, saya hanya ingatkan,” ujarnya.
Baca juga : Dapat Ucapan Selamat Dari Paus, Prabowo Berbinar-binar
Video selanjutnya saat Pansus rapat dengan Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Reguler Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Amir Hamzah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (29/8).
Wakil Ketua Pansus Angket Haji dari Fraksi PKB Marwan Dasopang mempertanyakan bagaimana proses pemanggilan jemaah untuk ibadah haji. Marwan bahkan sampai pukul meja saat mececar Amir.
“Kau sudah mengaku 14 orang bagaimana? Sama urusan haji ini sejak kau disitu. Kau jangan bolak balik dong,” tanya Marwan, dengan nada tinggi.
Anggota Pansus lainnya, Selly Andriany Gantina juga bersuara keras. Selly mencecar Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenag Jaja Jaelani.
Kader PDIP itu mengungkap dugaan adanya Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang bertindak semena-mena pada jamaah. Padahal Kemenag seharusnya memastikan PIHK benar-benar menjalankan SOP dan Standar Pelayanan Minimum (SPM) bagi para jamaah haji khusus asal Indonesia.
Baca juga : Menko Airlangga Dorong Kolaborasi Garap Peluang Ekonomi Di Tanah Air
“Tidak semua PIHK itu memberikan pelayanan yang maksimal kepada para jamaahnya. Ada PIHK yang memang bagus dan ada juga PIHK yang semena-mena pada jamaahnya,” tegas Selly.
Rapat panas juga terjadi saat Pansus Haji mengundang Kepala BPKH Fadlul Imansyah sebagai saksi. Sejumlah anggota Pansus terlihat emosi, bahkan ada yang menunjuk-nunjuk dan pukul meja karena tidak puas atas penjelasan Fadlul terkait kuota haji khusus.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya