Dark/Light Mode

Video Marah-marahin Anak Buah Yaqut Viral

Pansus Haji Galak-galak

Kamis, 5 September 2024 08:30 WIB
Pansus Haji DPR RI saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (4/9/2024). (Foto: Tribunnews.com/rizki sandi saputra)
Pansus Haji DPR RI saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke kantor Kementerian Agama, Jakarta, Rabu (4/9/2024). (Foto: Tribunnews.com/rizki sandi saputra)

RM.id  Rakyat Merdeka - Upaya DPR menyelidiki dugaan skandal pelaksanaan Haji 2024, ti­dak main-main. Lewat Pansus Haji, DPR memanggil satu-persatu peja­bat Kementerian Agama. Dengan pertanyaan-pertanyaan menohok, para anggota Pansus Haji "menguliti" semua anak buah Menteri Agama Yaqut Qolil Qoumas itu. Video anggota Pansus Haji yang begitu galak-galak itu, viral di media sosial. Ada yang gebrak meja, tun­juk-tunjuk, sampai nantang sumpah.

Video pertama, saat Pansus Haji rapat di DPR dengan Irjen Kemenag Faisal Ali Hasyim yang didatangkan sebagai saksi, Selasa (27/8/2024). Anggota Pansus Haji John Kenedy Azis mencecar Faisal soal perubahan kuota haji khusus secara sepihak.

“Kapan anda mengetahui bahwa Kementerian Agama tidak mematuhi kesimpulan rapat kerja itu?” cecar John. “Tanggal 13 Maret itu, Bang. Saya pribadi ya, tapi ini kan kami tidak terlibat terlalu sering ya,” jawab Faisal.

John kembali bertanya, ada­kah langkah tertentu yang diambil Faisal selaku Irjen Ke­menag terhadap pihak Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag.

Jawaban Faisal bahwa dirinya hanya menegur membuat Jhon marah-marah. “Jadi ber­dasarkan pertimbangan yang diberikan oleh Irjen itu saudara dapat memahami atau mem­benarkan penyimpangan itu?” tanya John, lagi.

Baca juga : 2025, Pendapatan Negara Ditargetkan 3.000 T, Mari Kita Aminkan

“Saya tidak dalam kon­teks membenarkan atau,” jawab Faisal, terpotong. “Loh saudara seorang Inspektorat Jenderal, kok, harus dong, 'Oh ini saudara nggak benar', 'ini salah',” potong John.

Selanjutnya Jhon menanyakan kepada Faisal soal benar tidaknya langkah di internal Kemenag atas peruba­han jumlah kuota haji khusus dari apa yang telah diputuskan dalam kesimpulan rapat ber­sama Komisi VIII DPR. “Ya tentu tidak tepat itu, Bang,” ujar Faisal.

John menanyakan sanksi apa yang diberikan oleh Faisal. Namun, Faisal menuturkan sanksi tidak diberikan lanta­ran pihak Ditjen PHU telah menyampaikan pertimbangan soal perubahan kuota itu. “Jadi Saudara membenarkan pemerintah ketika kesimpulan rapat, produk hukum rapat, itu di­ubah?” cecar John.

Kemarahan John juga ter­jadi saat Pansus mengundang Dirjen Penyelenggara Ibadah Haji dan Umroh (PHU) Ke­menterian Agama Hilman Latief. Dia meragukan keterangan Hilman yang dianggap tidak konsisten. Dia pun mengingatkan Hilman soal sumpah.

“Saya hanya mengingat­kan, saudara disumpah, saya hanya ingatkan dan tolong berikan kami jawaban yang benar, jangan omongan yang artinya yang tidak-tidak, saya hanya mengingatkan, sebagai muslim, saya hanya ingatkan,” ujarnya.

Baca juga : Dapat Ucapan Selamat Dari Paus, Prabowo Berbinar-binar

Video selanjutnya saat Pan­sus rapat dengan Kasubdit Pendaftaran dan Pembata­lan Haji Reguler Direktorat Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Amir Hamzah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (29/8).

Wakil Ketua Pansus Angket Haji dari Fraksi PKB Marwan Dasopang mempertanyakan bagaimana proses pemanggi­lan jemaah untuk ibadah haji. Marwan bahkan sampai pukul meja saat mececar Amir.

“Kau sudah mengaku 14 orang bagaimana? Sama urusan haji ini sejak kau disitu. Kau jangan bolak balik dong,” tanya Marwan, dengan nada tinggi.

Anggota Pansus lainnya, Selly Andriany Gantina juga bersuara keras. Selly mencecar Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenag Jaja Jaelani.

Kader PDIP itu mengungkap dugaan adanya Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang bertindak semena-mena pada jamaah. Padahal Ke­menag seharusnya memasti­kan PIHK benar-benar men­jalankan SOP dan Standar Pelayanan Minimum (SPM) bagi para jamaah haji khusus asal Indonesia.

Baca juga : Menko Airlangga Dorong Kolaborasi Garap Peluang Ekonomi Di Tanah Air

“Tidak semua PIHK itu memberikan pelayanan yang maksimal kepada para ja­maahnya. Ada PIHK yang memang bagus dan ada juga PIHK yang semena-mena pada jamaahnya,” tegas Selly.

Rapat panas juga terjadi saat Pansus Haji mengundang Kepala BPKH Fadlul Iman­syah sebagai saksi. Sejumlah anggota Pansus terlihat emosi, bahkan ada yang menunjuk-nunjuk dan pukul meja karena tidak puas atas penjelasan Fadlul terkait kuota haji khu­sus.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.