BREAKING NEWS
 

Berkah Kunjungan Paus terhadap Komitmen Kerukunan Umat Beragama

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Jumat, 6 September 2024 18:42 WIB
Rohaniawan Katholik Ignatius Rudy Pratikno (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Paus Fransiskus menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara tujuan dalam perjalanan apostoliknya. Pimpinan umat Katholik seluruh dunia ini menjadikan kunjungannya ke Indonesia sebagai wujud keseriusan membangun kerukunan antarumat beragama. 

Rohaniawan Katholik Ignatius Rudy Pratikno menjelaskan, kunjungan Paus dimaksudkan untuk memperkuat relasi antarumat beragama di dunia.

“Kedatangan Paus, khususnya ke Indonesia, mempertegas komitmen kami dalam memperkuat hubungan antarumat beragama di Indonesia. Segala upaya yang dilakukan umat Katholik dalam memberikan kegiatan pelayanan kasih secara nyata di masyarakat Indonesia yang beragam suku, agama, dan ras, diteguhkan dengan kedatangan langsung Paus Fransiskus,” terang Rudy, dalam keterangannya, Jumat (6/9/2024).

Menurutnya, upaya dalam memelihara hubungan baik antarumat beragama perlu dilakukan semua pihak. Hal ini ditujukan untuk membina hubungan antargolongan dengan lebih stabil dan resisten dari ancaman dan gangguan yang disebabkan oleh polarisasi sebagai dampak dari isu-isu yang bersifat politis.

Baca juga : Airlangga: Kedatangan Paus Simbol Perkuat Persatuan Kerukunan Umat Beragama

Wakil Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta ini mengulas, di beberapa daerah di Indonesia terkadang masih ada konflik antarumat beragama. Walaupun demikian, dirinya menyimpulkan bahwa gesekan antarumat beragama di Indonesia seringkali disebabkan hal yang tidak substansial.

“Konflik antarumat beragama lebih diakibatkan oleh konflik politik kekuasaan yang di bawa-bawa dan dibungkus dengan nama perbedaan agama. Pemimpin-pemimpin massa yang berseteru dalam berebut kekuasaan dan fasilitas, menarik konflik-konflik politik tersebut kepada umat yang seagama dengannya agar memperoleh dukungan suara yang lebih luas,” ungkapnya.

Adsense

Rudy menegaskan, isu-isu primordial seperti perbedaan suku, agama, dan ras, seharusnya sudah tidak digunakan lagi dalam mendulang dukungan politik sebagian kelompok. Keuntungan sesaat yang ingin diraih pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab ini seringkali menyisakan trauma berkepanjangan bagi masyarakat yang mendambakan hidup dengan damai dalam perbedaan.

Menurutnya, perbedaan keimanan antarumat beragama tidak menjadi penghalang dalam mewujudkan kebaikan dan kedamaian untuk bersama. Jika tujuannya memang baik, apa pun perbedaan yang dimiliki bisa dijembatani demi memberikan manfaat bagi sesama.

Baca juga : Penuhi Kebutuhan Masyarakat Daerah, BMH Kenalkan program Upgrading Dai

“Perbedaan keyakinan tidaklah menjadi penghalang untuk bersatu dalam kebaikan, karena bukankah semua ajaran agama mempunyai keyakinan yang sama yaitu bertujuan untuk mengamalkan kebaikan terutama menyejahterakan umat/masyarakat yang miskin dan berkekurangan,” jelasnya.

Selain itu, Rudy beranggapan, hubungan lintas keimanan yang baik dapat memberikan manfaat secara langsung dalam stabilitas nasional. Hal ini seharusnya semakin menguatkan masing-masing umat beragama dalam mencapai kemajuan bersama sebagai sesama rakyat Indonesia.

Dia menambahkan, korelasi lintas keimanan dengan stabilitas nasional terjadi karena rakyat Indonesia hampir seluruhnya merupakan bagian dari umat beragama. Bila hubungan antarumat beriman/beragama baik, segala perbedaan pendapat dan kepentingan lebih mudah diatasi dengan cara berdialog dan bermusyawarah mufakat.

Kunjungan Paus ke Indonesia, kata Rudy, sebagai bukti baiknya hubungan Indonesia dengan negara Vatikan. Hal ini menjadi catatan baik terhadap kadar toleransi Indonesia secara keseluruhan, mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk beragama Islam terbesar, dan Vatikan dianggap mewakili umat Katolik seluruh dunia.

Baca juga : Terharu Lihat Kesantunan Sri Paus Dan Jokowi, Jonan Terima Kasih Ke Pemerintah

Dengan kunjungan Paus ke Indonesia, Rudy berharap, toleransi antarumat beragama di Indonesia bisa menjadi semakin kuat dan menjadi contoh dalam keberhasilan mengelola perbedaan bagi dunia internasional. Bangsa Indonesia sudah berada digaris depan dalam hubungan antarumat beragama, karena sudah memiliki dasar negara Pancasila yang mempersatukan rakyat Indonesia secara menyeluruh.

"Bila dijalankan di dalam kehidupan sehari-hari, bermasyarakat, dan bernegara, maka Indonesia layak menjadi contoh bagi dunia internasional dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan antar warga bangsa maupun antar negara,” tutup Rudy.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense